Buaya Muncul di Leato Selatan, Lurah Minta Penanganan Serius

"Kami minta instansi terkait untuk melakukan penanganan serius terhadap kemunculan buaya ini," ujar Don Reffliano, Sabtu (16/9/2023) via telepon kepad

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Ilustrasi buaya di laut. Saat ini, Lurah Leato Selatan minta penangan serius terhadap buaya ini. Sabtu (16/9/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Don Reffliano Lamusu, Lurah Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, meminta penanganan serius dari pemerintah terkait kemunculan buaya di pesisir pantai wilayahnya.

"Kami minta instansi terkait untuk melakukan penanganan serius terhadap kemunculan buaya ini," ujar Don Reffliano, Sabtu (16/9/2023) via telepon kepada TribunGorontalo.com

Sejauh ini ia mengakui belum ada bukti foto yang memperlihatkan jelas keberadaan buaya itu. Tetapi ia memastikan adanya kemunculan buaya tersebut. 

Sebab, bukan hanya satu orang saja yang menyaksikan langsung. Pada malam pertama kali terlihat, ada setidaknya 3 saksi yang melaporkan ke dirinya melihat buaya tersebut. 

Kemunculannya pun kata dia di tempat-tempat berbeda. Misalnya ada yang melihat kemunculan buaya itu di Dusun Tamboo, Leato Selatan.

Ada pula warga yang sedang memancing di Pelabuhan Ferry Gorontalo, melihat kemunculan buaya tersebut. 

"Jadi ada jarak sekirat 500 meter dari Tamboo itu ke pelabuhan. Berarti cukup cepat buaya ini berenang (ke sana - kemarin)," kata Don Reffliano Lamusu.

Sejauh ini pun kata dia, masyarakat sekitar sudah diberi imbauan untuk berhati-hati akan kemunculan buaya ini. 

Sebagai masyarakat pesisir, sudah pasti aktivitas para warga ini sehari-hari dihabiskan di pesisir pantai. 

Sementara di pesisir pantai tersebut, ada buaya yang mengintai. Masalahnya bukan hanya itu, buaya ini diketahui ada, namun tidak diketahui posisinya. 

"Sehingga ini juga  yang cukup mengkhawatirkan. Kita tidak tahu posisi pastinya. Hanya saja dia ada di sekitar Leato Selatan ini. Tadi malam (Jumat 15 Sep 2023) warga patroli," katanya. 

Menurutnya, ketakutan warga akan kehadiran binatang buas ini bisa menyebabkan sejumlah aktivitas ekonomi terhenti. 

Terutama nelayan yang ketakutan untuk beraktivitas di pesisir Leato Selatan

Sementara itu, juga akan memukul aktivitas pariwisata. Sebagai desa pesisir, banyak spot-spot  yang menjadi destinasi wisata. 

"Makanya saya sudah minta hentikan itu ada banana boat di situ (pantai) untuk mengantisipasi ini," kata Don Reffliano Lamusu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved