Human Interest Story
Cerita Oktalorenza Purba, Wisudawati Universitas Negeri Gorontalo Asal Sumatera Utara
Okta memilih berkuliah dan menamatkan perkuliahannya di UNG sebab dia belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia bagian timur.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Oktalorenza-Purba-7788.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Oktalorenza Purba namanya. Gadis yang baru saja menamatkan kuliahnya di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (14/9/2023).
Ia berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dan berkuliah di UNG.
Okta memilih berkuliah dan menamatkan perkuliahannya di UNG sebab dia belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia bagian timur.
Selain itu, ia juga mendapat saran dari temannya untuk memilih universitas cadangan di UNG.
"Saya itu dulunya ikut les yang ada softwarenya buat ikut UTBK, nah saat itu saran teman pilih saja UNG jadi cadangannya," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis sore (14/9/2023).
Okta mengakui bahwa dirinya sangat menyukai tantangan, maka dari itu ia memilih UNG menjadi universitas pilihan kedua pada saat mendaftar.
"Saya suka tantangan, apalagi belajar budaya baru begitu," kata alumnus SMA Negeri 1 Raya Kabupaten Simalungun.
Okta juga memilih UNG karena kampus tersebut telah terakreditasi A.
Okta juga bercerita dengan budaya baru yang ia temui di Provinsi Gorontalo ini.
Saat ia telah sampai di Bandara Gorontalo, dia tidak melihat adanya taksi atau angkutan yang ada hanyalah mobil mobil travel.
"Jadi saya itu jalan kaki dari bandara ke bundaran patung BJ Habibie bawa koper dengan kondisi hp mati," ceritanya.
Okta yang saat itu tidak tau jalan di Gorontalo mengaku bersyukur ketika ada warga yang bersedia menolongnya.
Warga tersebut bersedia mengantar Okta ke kampus UNG.
"Ada banyak pertolongan Tuhan sebenarnya di situ," syukurnya.
Okta yang merupakan warga asli Sumatera Utara ini mengeluhkan dengan jam di Gorontalo.
"Kalau di Sumatera selalu ontime. Tapi di Gorontalo ngaret, kalau kata orang otw (On The Way) nyatanya belum siap-siap," keluhnya.
"Tergantung acaranya juga, kalau bisa di-ngaret-ngaretin ya pasti ngaret," lanjutnya.
Namun dibalik keluhnya jam di Gorontalo, Okta merasa bangga saat pertama kali melihat alam di Gorontalo.
"Kalau di sini masih bisa liat pohon, liat sawah, bahkan pantainya pun sungguh indah. Berbeda dengan di Sumatera, banyak bangunannya," ujarnya.
Selama menempuh kuliah di UNG, Okta tinggal di Kost-kostan di Jalan Pangeran Hidayat.
Ia menuturkan nanti dirinya di Gorontalo ia menjadi penyuka acar.
"Nanti di Gorontalo saya suka sekali acar," katanya.
Keterbatasan biaya dan jarak yang sangat jauh menjadi alasan orangtuanya tidak bisa menghadiri wisudanya dan menjadi alasan juga bahwa dirinya selama kuliah tidak pernah pulang ke kampung halamannya.
"Tidak apa, ada abang juga yang terbang dari Papua," akhirnya.
Universitas Negeri Gorontalo 'UNG' Wisuda 1.130 Sarjana
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mewisuda 1.130 sarjana hari ini, Kamis (14/9/2023).
Wisuda ini digelar di Gedung Auditorium UNG, Jalan Jenderal Soedirman, Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Wisuda ini dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang.
Pagi dimulai pada pukul 07.00 Wita dan siang dimulai pada pukul 13.00 Wita.
Wisudawan sebanyak 585 orang diwisuda pada pagi hari dan siangnya sebanyak 545 orang.
Berikut jumlah sarjana UNG yang diwisuda hari ini berdasarkan Fakultanya:
1. Pascasarjana : 35 orang
2. Profesi Ners : 74 orang
3. Fakultas Ilmu Sosial (FIS) : 90 orang
4. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) : 174 orang
5. Fakultas Ekonomi : 109 orang
6. Fakultas Pertanian : 72 orang
7. Fakultas Perikanan dan Kelautan : 31 orang
8. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) : 178 orang
9. Fakulras Sastra dan Budaya (FSB) : 36 orang
10. Fakultas Teknik : 109 orang
11. Fakultas Hukum : 54 orang
12. Fakultas Kedokteran : 7 orang
13. Fakultas Olahraga dan Kesehatan : 161 orang