Gubernur Gorontalo Akan Alihkan Status Guru Tidak Tetap dan Honorer ke Outsourcing

Maka dari itu, pemerintah Provinsi Gorontalo beserta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo akan membahas kembali penempatan guru-guru yang nanti

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
istimewa
Ilustrasi guru di kelas. Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya berencana mengalihkan guru dengan status tidak tetap dan honorer jadi outsourcing. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya sedang mempersiapkan rencana untuk mengalihkan status sejumlah guru. 

Para guru dengan status Guru Tidak Tetap (GTT) dan guru honorer rencana akan dialihkan jadi guru outsourcing. 

Hal itu ia ungkapkan pada Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (11/9/2023).

"Saya sudah menghubungi kepala biro tentang apakah bisa guru itu dimasukkan dalam tenaga outsourcing," ujar Ismail. 

Ismail melihat bahwa tenaga kerja outsourcing di Provinsi Gorontalo hanya ada empat kategori yakni tenaga security, sopir, cleaning service, dan Waiters.

"Mudah-mudahan ini mendapatkan solusi untuk outsourcing," harapnya.

Jika outsourcing tidak bisa digunakan, maka akan beralih ke tenaga ahli bagi guru-guru.

"Ini masih perlu dikaji lagi," lanjutnya.

Maka dari itu, pemerintah Provinsi Gorontalo beserta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo akan membahas kembali penempatan guru-guru yang nanti tidak masuk ke dalam outsourcing maupun tenaga ahli.

"Ini antisipasi jika outsourcing tidak bisa, tenaga ahli juga tidak bisa," tukasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved