Budaya Gorontalo
BREAKING NEWS 45 Budaya Gorontalo Telah Diakui Sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi menjelaskan, usai ditetapkan sejumlah budaya sebagai WBTB, tugas yang akan dilak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/tarian-Longgo-di-halaman-rumah-adat-Gorontalo-Bantayo-Poboide.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Provinsi Gorontalo kembali menambah daftar budayanya yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB).
Kali ini, ada lima budaya Gorontalo yang baru diakui, sehingga total menjadi 45 budaya Gorontalo yang telah masuk dalam daftar WBTB.
Melihat jumlah WBTB Gorontalo yang masuk warisan budaya sejak 2013, menunjukkan bahwa provinsi yang lebih dulu merdeka dari Indonesi aini kaya akan budaya.
Berikut daftar 45 budaya Gorontalo yang diakui sebagai WBTB berdasarkan tahun masuk:
Tahun 2013
1. MOLAPI SARONDE
Tahun 2014
2. TUMBILOTOHE
3. KARAWO
Tahun 2015
4. POLOPALO
5. TANGGOMO
Tahun 2016
6. LOHIDU
7. TAHULI
8. DAYANGO
9. BINTHE BILUHUTA
10. LANGGA
11. Tahun 2017
12. WUNUNGO
13. PALEBOHU
14. TUJAI
15. PAIYA LOHUNGO LOPOLI
16. TIDI LO POLOPALO
Tahun 2018
17. DIKILI
18. ME'ERAJI
19. PULANGA
20. MOME'ATI
21. MOLALUNGA
22. MOMUHUTO
23. TOLOBALANGO
24. BANTAYO POBOIDE
Tahun 2019
25. UPIYA KARANJI
26. MOLONTHALO
27. MOHUNTINGO
28. TIDI LO O'AYABU
29. ILABULO
30. TILI AYA
31. TEPA TONGGO
Tahun 2020
32. TURUNANI
Tahun 2021
33. BURUDA GORONTALO
34. BILI’U
35. TAHUDA
36. LENINGO
37. MOLO’OPU
38. DANA-DANA
39. TIDI LO TIHU’O
40. TIDI LO MALU’O
Tahun 2022
41. WOLIMOMO
42. PULUWALA/MAKUTA
43. MOLUNGGELO
44. TIDI LO BITUO
45. MANDI SAFAR ATINGGOLA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi menjelaskan, usai ditetapkan sejumlah budaya sebagai WBTB, tugas yang akan dilakukan kini adalah melestarikan dengan memanfaatkan budaya-budaya ini.
"Agar tidak hilang atau punah karena merupakan warisan adat istiadat, kebiasaan masyarakat Gorontalo yang harus terus dijaga kelestariannya,” ujar Rusli Nusi.
Upaya pemanfaatan warisan budaya ini kata Rusli terutama dengan mengimplementasikannya ke peserta didik di semua jenjang pendidikan.
Saat ini implementasinya dengan mengintegrasi budaya Gorontalo dengan mata pelajaran program penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
Melalui mata pelajaran itu, siswa diberikan penguatan materi-materi yang berkaitan dengan lingkungan sosial budaya di masyarakat.(*)