Info Penting
Rawan Kebakaran di Musim Kemarau, Ikuti 6 Tips Ini untuk Pencegahan Dini
Berdasarkan data Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo, sudah 22 kasus kebakaran terjadi di Kota Gorontalo sepanjang Agustus 2023.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2582023_Kahutla-Gorontalo_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gorontalo saat ini sedang dilanda musim kemarau dan kenaikan suhu.
Dengan kenaikan suhu tersebut menyebabkan tingkat kelembaban di Gorontalo juga ikut menurun.
Dua permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah dalam musim kemarau ini, yaitu pasokan air bersih dan kebakaran.
Berdasarkan data Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo, sudah 22 kasus kebakaran terjadi di Kota Gorontalo sepanjang Agustus 2023.
Jika dirinci, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mendominasi. Jumlahnya hingga 12 kejadian.
Sementara kebakaran rumah dan bangunan mencapai 10 kejadian.
"Yang paling dominan kebakaran lahan dan sampah," ujarnya Koordinato Damkar Kota Gorontalo, Muhammad Luthfi kepada TribunGorontalo.com, Kamis (7/9/2023).
Maka dari itu, mari ikuti tips mencegah kebakaran dari Muhammad Luthfe, Koordinator Damkar Kota Gorontalo berikut ini.
Pertama, Luthfe mengimbau masyarakat Gorontalo tidak terlalu sering membakar sampah.
"Untuk masyarakat kalau bisa jangan dahulu melakukan pembakaran sampah. Mending sampah itu dikemas lalu dibuang ke tong sampah biar bisa diangkut sama mobil pengangkut sampah," ujarnya.
Kedua, warga Gorontalo diminta jangan melakukan pembakaran di sekitar area perkebunan.
"Rata-rata memang dibakar hanya sedikit, tetapi hanya karena dianggap remeh dengan temperatur suhu di Gorontalo menyebabkan kebakaran cepat terjadi," jelas Luthfe.
"Ditambah lagi di bakar di ruang terbuka yang menyebabkan api cepat tersebar karena dibantu oleh angin," lanjutnya.
Ketiga, masyarakat mesti bijak dalam menggunakan alat-alat listrik.
"Kalau tidak dipakai, segera cabut dari stop kontaknya," imbuhnya.
Keempat, masyarakat memerhatikan penggunaan alat memasak seperti kompor.
Kata Luthfe, biasanya sehabis memasak akan ada percikan-percikan minyak goreng bekas.
Percikan minyak goreng tersebut haruslah dibersihkan karena itu disebut bisa memicu api.
Panasnya kompor bisa membuat percikan minyak goreng tersebut cepat panas hingga menyebabkan uap. Dari uap itulah api bisa saja timbul.
"Minyak goreng itu sebenarnya tidak gampang mengeluarkan api. Tapi bukan berarti tidak bisa. Api yang disebabkan oleh minyak goreng itu yang susah buat dipadamkan," jelasnya.
"Makanya periksa kompor sebelum keluar rumah atau mau tidur," lanjutnya.
Kelima, masyarakat menghindari penggunaan gas secara berlebih.
"Jika ada aroma yang tidak sedap timbul dari arah dapur, kita harus tetap waspada karena bisa saja kebocoran gas," ungkap dia.
Terakhir, Luthfe meminta kepada masyarakat agar saling mengingatkan.
"Biasanya ada masyarakat yang lupa tiba-tiba melakukan pembakaran," ujarnya. (*)