Parade Foto
BERITA FOTO Museum Nani Wartabone di Bone Bolango Gorontalo
Foto- Foto Museum Nani Wartabone di Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-Foto-di-Museum-Museum-Nani-Wartabone-8i8i8.jpg)
Peristiwa itu dikenal dengan Peristiwa Hari Patriotik 23 Januari 1942. Saat itu Nani Wartabone juga mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Nani Wartabone lahir di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo pada tanggal 30 April 1907.
Ayahnya bernama Zakaria Wartabone merupakan seorang aparat yang bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda.
Sementara ibunya merupakan seorang wanita keturunan ningrat atau priyayi pada zaman tu.
Jiwa perjuangan dan nasionalisme Nani Wartabone sudah tampak sejak dia masih remaja.
Hal itu dapat dilihat dari pandangannya yang keras terhadap Belanda meski ayahnya seorang aparat.
Nani Wartabone tidak betah berada di sekolah karena dia menilai guru-gurunya banyak yang mengagungkan Belanda.
Bahkan Nani Wartabone pernah membebaskan tahanan ayahnya karena tidak sampai hati melihat bangsanya dihukum.
Perjuangan nyata seorang Nani Wartabone dimulai pada tahun 1923, yaitu dengan mendirikan Jong Gorontalo.
Pada organisasi kedaerahan itu, Nani Wartabone dipercaya menjabat sebagai sekretaris.
Selain itu, Nani Wartabone juga bergabung ke dalam Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo, dan pernah ditunjuk menjadi ketua.
Suatu hari pada tahun 1931, Nani Wartabone yang sedang memimpin rapat PNI Gorontalo kedatangan pihak Belanda.
Maksud kedatangan Belanda itu tidak lain adalah untuk membubarkan rapat PNI yang digelar Nani.
Namun, Nani Wartabone dengan lantang melawan upaya pembubaran itu dengan mendemonstrasikan lagu Indonesia Raya.
Nani Wartabone juga tercatat aktif di organisasi Persyarikatan Muhammadiyah.