Kamis, 5 Maret 2026

Ketua PDIP Diserang

Penjelasan Polisi Terkait Penyerangan Terhadap Ketua PDIP Provinsi Gorontalo Kris Wartabone

Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Alli mengakui adanya peristiwa tersebut. Pelakunya adalah DM (52) warga Boludawa, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Tayang:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Penjelasan Polisi Terkait Penyerangan Terhadap Ketua PDIP Provinsi Gorontalo Kris Wartabone
TRIBUNGORONTALO/AGUNGPANTO
Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Alli 

TRIBUNGORONTALO.COM - Penjelasan polisi terkait penyerangan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Gorontalo, Kris Wartabone diserang di Desa Bube, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Selasa (22/08/2023) malam.

Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Alli mengakui adanya peristiwa tersebut. Pelakunya adalah DM (52) warga Boludawa, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

"Kejadiannya menurut korban (Kris) bahwa yang bersangkutan pak Kris baru selesai Salat Isya di masjid kemudian kembali ke kediamannya yang tidak terlalu jauh. Saat perjalanan balik, tiba-tiba pelaku muncul dan memepetin, sambil memaki-maki korban," jelasnya pada Rabu 23 Agustus 2023

Kata Muhammad Alli, mendengar makian, korban menegur DM tetapi pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan melayangkan kepada korban. Saat itu korban dapat menghindar.

Kris Wartabone, Ketua DPP PDIP Gorontalo.
Kris Wartabone, Ketua DPP PDIP Gorontalo. (TribunGorontalo.com)

Pelaku kemudian mengeluarkan panah dan memanah namun tidak mengenai korban. "Korban berusaha kabur dan sudah ramai masyarakat akhirnya pelaku diamankan warga," ungkapnya

Polisi yang datang langsung membawa pelaku ke polres. Polisi masih mendalami motif pelaku melakukan penyerangan tersebut.

"Pelaku jawabannya masih agak mutar-mutar. Memang ada riwayat pernah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan. Hanya waktu itu dikembalikan karena dinilai tidak (maaf) gila,masih waras," katanya

Polisi sudah membawa pelaku ke rumah sakit untuk memeriksa kejiwaannya. "Apakah memang betul, mohon maaf,dia kurang waras atau sengaja," jelasnya

Dia menambahkan pelaku pernah melakukan kejadian serupa kepada Kris pada 2 bulan silam. "Saat itu dilaporkan ke polsek Suwawa, dipanggil keluarga, dibuat pernyataan dan diselesaikan," katanya

Dia mengungkapkan pelaku dan korban tak memiliki hubungan dan tidak saling mengenal. "Tidak saling kenal, kenalnya pun saat kejadian sebelumnya," tegasnya. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved