Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-545: Kapal Pengintai Ukraina Diserang Jet Rusia di Laut Hitam
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-545, Selasa (22/8/2023): kapal pengintai Ukraina dihancurkan jet tempur Rusia di Laut Hitam.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/su34_fullback.jpg)
Sebelumnya pada hari Senin, Zelensky yang mengakhiri tur Eropa dengan pemberhentian sebelumnya di Swedia, Belanda dan Denmark, mengungkapkan bahwa pengiriman jet F-16 yang dijanjikan telah membuatnya yakin Ukraina bisa mengakhiri invasi Rusia.
Zelensky menyebut keputusan untuk menyumbangkan pesawat tempur , “benar-benar bersejarah, kuat, dan menginspirasi kami”, selama kunjungan ke pangkalan udara Eindhoven di Belanda pada Minggu (20/8/2023) bersama Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.
Angkatan Udara Belanda sendiri memiliki 42 unit F-16 dan Rutte mengatakan jumlah jet tempur yang akan dikirim ke Kyiv akan diselesaikan setelah pembicaraan dengan sekutu Ukraina.
Rusia telah lama memperingatkan bahwa penyediaan F-16 ke Kyiv akan menjadi “risiko besar” yang dapat meningkatkan perang di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-538: Pengeluaran Militer Meningkat, Rubel Rusia Terpuruk
Yunani juga menjadi pendukung kuat Ukraina sejak invasi Rusia, memberikan bantuan kemanusiaan dan senjata, termasuk kendaraan tempur infanteri, senapan serbu, peluncur roket, dan amunisi.
Adapun Mitsotakis pada hari Senin mengatakan Yunani akan “hadir dalam upaya raksasa untuk merekonstruksi dan membangun kembali” Ukraina, dengan “penekanan khusus pada Odesa”.
Sebagai sekutu Rusia yang secara historis terikat oleh tradisi berabad-abad dan kepercayaan yang sama, Yunani di bawah kepemimpinan Mitsotakis telah berubah dan dengan tegas mengutuk invasi Rusia di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-535: Uni Eropa Kirimkan 220.000 Lebih Peluru ke Ukraina
Tahun lalu, Yunani pun mengusir belasan anggota misi diplomatik dan konsuler Rusia dan menampung ribuan pengungsi Ukraina dan keluarga mereka.
Pada bulan April, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengunjungi ibu kota Yunani untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya Nikos Panagiotopoulos.
Reznikov pada waktu itu mengatakan Ukraina setelah perang akan meminta bantuan Yunani dalam menambang ranjau di Laut Azov dan mengembangkan kekuatan angkatan laut negara tersebut.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)