Kamis, 12 Maret 2026

Gorontalo Karnaval Karawo 2023

SMP 1 Limboto Barat Lukis Bunga Pohon Gofasa di Kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo 2023

SMPN 1 Limboto Barat diketahui mengirimkan 2 peserta untuk mengikuti lomba Melukis Motif Karawo. 

Tayang:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto SMP 1 Limboto Barat Lukis Bunga Pohon Gofasa di Kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo 2023
TribunGorontalo.com
Lomba melukis motif karawo, Sabtu (19/8/2023) FOTO: PRailla Libriana 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Berbeda dengan peserta lainnya, seorang siswa SMPN 1 Limboto Barat memilih bunga Pohon Gofosa untuk dilukis di kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo 2023, Sabtu (19/8/2023). 

SMPN 1 Limboto Barat diketahui mengirimkan 2 peserta untuk mengikuti lomba Melukis Motif Karawo. 

Gurunya kaget ketika siswa yang dikirim mengajukan untuk melukis bunga pohon Gofasa. Sebab, tidak banyak orang yang tahu akan pohon ini. 

Yurita Nasibu, Kepala Sekolah SMPN 1 Limboto Barat menyetujui ide dari siswanya tersebut.

"Saya ini kaget tiba-tiba ada yang mengusulkan bunga tersebut untuk dilukis," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (19/8/2023).

Ia tidak mengharapkan agar anak didiknya dapat juara. Sebab baginya yang penting anak-anak tersebut bisa merasakan mengikuti lomba seperti ini.

Selain itu, dari sekolah lain juga dari pantauan TribunGorontalo.com, peserta didik yang mengikuti lomba ini kebanyakan melukis jagung.

"Kan temanya local pride yang berhubungan dengan flora dan fauna," ujar Tiwi, pendamping salah satu peserta didik.

Diketahui ada 100 peserta didik yang mendaftar mengikuti lomba melukis Karawo di atas tas totebag yang berbahan kain kanvas.

Namun yang hadir hanya 96 peserta didik yang terdiri dari seluruh SMP sederajat se-Provinsi Gorontalo.

Peserta didik tersebut diberikan waktu selama 3 jam untuk melukis lukisan tersebut.

Kayu Gofasa adalah bernama latin Vitex cofassus. Ini adalah spesies tanaman berkayu dalam famili Lamiaceae.

Berasal dari New Guinea dan pulau-pulau Pasifik Barat Daya. Nama lainnya juga disebut "Teak New Guinea" atau Jati Nugini.

Pohon ini ditanam untuk kayu kerasnya, digunakan dalam konstruksi, di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Tanaman ini menghasilkan satu dari dua kayu dari genus yang sama yang masing-masing disebut Kayu Molave, yang lainnya adalah kayu Vitex parviflora.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved