Aksi Riski Lamato di Upacara HUT Ke-78 RI Gorontalo Utara dapat Apresiasi, Uang Tunai Jadi Hadiah
Terutama, apresiasi itu datang dari Dandim 1314 Gorontalo Utara (Gorut) Letkol Czi Adityo Bangun Pratomo.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1882023_dandim-beri-riski-bantuan_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara - Riski Lamato siswa yang memanjat tiang bendera untuk selamatkan tali yang putus pada upacara HUT Ke-78 Republik Indonesia (RI) mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Terutama, apresiasi itu datang dari Dandim 1314 Gorontalo Utara (Gorut) Letkol Czi Adityo Bangun Pratomo.
Aksi Riski sendiri sempat menghebohkan publik pada momen pengibaran bendera merah putih pada upacara 17 Agustus di Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara.
Siswa kelas 10 yang berdomisili di Desa Hulawa, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara ini mendadak menjadi topik pembicaraan dan dibanjiri pujian di kalangan masyarakat atas aksi patriotismenya.
Dandim Adityo Bangun Pratomo pun turut mengapresiasi aksi patriotisme siswa kelas 10 tersebut.
Ia memberikan apresiasi berupa tas sekolah, buku, topi dan tabungan pendidikan sebesar Rp 2 juta pada ramah tamah 17 Agustus di Kabupaten Gorontalo Utara.
“Memang tidak banyak yang diberikan, setidaknya bisa membantu dan meringankan beban dari keluarga Riski Lamato,” ujar Dandim 1314.
Dandim 1314 menilai aksi yang dilakukan secara spontan oleh Riski Lamato pada saat itu, dinilai sangat luar biasa dan dapat menggugah rasa nasionalisme warga bangsa lainnya.
"Saya sangat bangga atas dedikasi yang telah dilakukan oleh adik Riski Lamato. Semoga dapat memotivasi pemuda dan penerus Bangsa agar berbuat positif yang dapat menumbuhkan jiwa patriot cinta tanah air seperti adik Riski dan ini sebagai contoh buat siswa yang lain," tandas Dandim.
Anak dari pasangan suami istri Irfan Lamato dan Yusra Laiya, nekat memanjat tiang bendera dengan tinggi kurang lebih 14 meter.
Ia melakukan itu lantaran tali yang digunakan untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak tiang, putus di detik-detik penaikan.
Dengan tekad dan semangat tinggi, remaja ini nekat memanjat tiang bendera untuk menyelamatkan situasi yang genting.
Tanpa ragu-ragu, pandangan semua yang hadir tertuju pada sosok pelajar yang dengan cekatan memanjat tiang.
Dengan aksi heroiknya, remaja ini mampu memperbaiki tali bendera yang putus dengan cepat. Ia dengan cepat meraih tali yang putus tersebut.
Video aksi pelajar Gorontalo Utara itupun viral di media sosial.
Aksi Riski yang berhasil memperbaiki masalah itu pun mendapat sorakan dari para penonton yang merupakan warga sekitar Sumalata. (*)