Kamis, 12 Maret 2026

Hoax Baru Mengincar Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya dengan Modus Tautan Berita Palsu

Paling tidak, ada lima tautan berita palsu yang beredar, yang mengklaim sebagai berita otentik namun ternyata ketika diakses, tautan tersebut tidak me

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Hoax Baru Mengincar Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya dengan Modus Tautan Berita Palsu
TribunGorontalo.com
Ilustrasi Fake News atau HOAX. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, menjadi korban serangan informasi palsu (hoax) dalam bentuk tautan berita daring yang mencemarkan namanya.

Paling tidak, ada lima tautan berita palsu yang beredar, yang mengklaim sebagai berita otentik namun ternyata ketika diakses, tautan tersebut tidak memuat konten berita apapun.

Dinas Komunikasi dan Informatika serta Badan Statistik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mencatat bahwa setidaknya ada lima tautan berita palsu yang telah diidentifikasi oleh Kemendagri.

Tiga di antaranya menggunakan nama "Tribun Gorontalo," sementara dua lainnya menggunakan nama "Lensa Today" dan "Rakyat Gorontalo."

Tiga tautan palsu dengan nama "Tribun Gorontalo" adalah sebagai berikut:

Sementara satu tautan yang menggunakan nama "Lensa Today" adalah:

Dan tautan yang terakhir, menggunakan nama "Rakyat Gorontalo" adalah:

Jika tautan-tautan tersebut diakses, akan menampilkan pesan "404 Not Found" atau "404 Laman Tidak Ditemukan".

Dilansir dari news.com.au, dalam dunia internet 404 merupakan kode HTTP yang artinya laman tidak ditemukan alias kosong. Itu adalah cara internet untuk mengatakan bahwa Anda telah mencapai jalan buntu.

Ada 2 kemungkinan pesan "404" muncul ketika membuka sebuah tautan. Bisa saja tautan tersebut memuat informasi yang sudah dihapus dari penyimpanannya (server). Atau memang tak pernah ada di server sama sekali. 

Berdasarkan penelusuran ke tiga media daring tersebut ketiganya mengaku tak pernah ada berita dengan tautan tersebut di medianya.

Pernyataan dari Wakil Direktur Rakyat Gorontalo Sahril Rasid misalnya. Ia mengaku tidak pernah menulis dan menerbitkan berita dengan tautan tersebut.

“Kami tidak pernah menulis dan menerbitkan berita dimaksud. Saya sudah cek di sistem, tidak ada,” tegas Sahril kepada Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo dikutip dari laman resminya. (*)

Kategori Disinformasi

Jika ditilik, tautan tersebut masuk dalam kategori disinformasi. Ini merupakan penyebaran informasi yang salah, menyesatkan, atau manipulatif dengan tujuan tertentu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved