Minggu, 8 Maret 2026

SIEJ Kolaborasi dengan BIOTA dan AJI Gorontalo Ajak Jurnalis Meliput Satwa Liar di Tengah Kota

Kegiatan perdana ini digelar di Taman Kota Gorontalo dengan menggandeng Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) serta Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Goront

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto SIEJ Kolaborasi dengan BIOTA dan AJI Gorontalo Ajak Jurnalis Meliput Satwa Liar di Tengah Kota
TribunGorontalo.com/SIEJ
Seorang jurnalis mengamati burung di Taman Kota Gorontalo, Sabtu (12/8/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia(The Society of Indonesian Environmental Journalists/SIEJ) Simpul Gorontalo mengajak jurnalis meliput isu satwa liar di tengah kota, Sabtu (12/8/2023). 

Kegiatan perdana ini digelar di Taman Kota Gorontalo dengan menggandeng Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) serta Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo

Zulkifli Mangkau, Ketua SIEJ Simpul Gorontalo menjelaskan, saat ini keberadaan satwa liar di tengah Kota Gorontalo mengalami penurunan yang mengkhawatirkan.

Khususnya di kawasan perkotaan, fenomena ini menjadi sorotan akibat berbagai faktor yang merugikan, terutama dampak maraknya pembangunan dan perbaikan tata ruang kota yang tidak mempertimbangkan ekosistem.

Penebangan pohon yang berlangsung beberapa tahun terakhir juga menjadi faktor utama penyebab penurunan ini.

"Sebagai akibatnya, habitat satwa liar semakin terdesak dan tergeser, digantikan oleh bangunan bertingkat dan jalan raya yang semakin luas," kata Zulkifli yang juga seorang jurnalis lepas. 

Meski begitu, sayangnya isu lingkungan dan keberagaman hayati di lingkungan perkotaan masih minim mendapatkan perhatian di pemberitaan media massa.

"Kami (SIEJ) pikir hal ini turut dipengaruhi oleh minimnya minat jurnalis dalam meliput isu-isu tersebut," ungkap Zul. 

Guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu tersebut, SIEJ pun menginsiasi agenda yang bertajuk "Meliput Keberadaan Satwa Liar di Tengah Kota" tersebut. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan keragaman satwa liar yang masih bertahan di wilayah perkotaan Kota Gorontalo," tukas Zul. 

Sebetulnya tak hanya jurnalis yang dilibatkan dalam agenda itu. Tetapi juga sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO). 

"Jadi selain menjadi wadah untuk merangkul jurnalis yang peduli lingkungan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi NGO dan komunitas peduli lingkungan di Gorontalo untuk bersilaturahmi," tukas Zul.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved