Info BMKG
Suhu Cuaca Panas di Kota Gorontalo, Ini Penjelasan BMKG
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaludin Gorontalo Cucu Kusmayancu bahwa keadaan suhu saat ini masih berada pada standar suhu normal.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO.COM - Warga Kota Gorontalo merasakan cuaca panas dan angin saat siang hari.
BMKG Juga mengakui adanya kenaikan suhu tapi masih dalam batas ambang normal.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaludin Gorontalo Cucu Kusmayancu bahwa keadaan suhu saat ini masih berada pada standar suhu normal.
“Terkait dengan cuaca sekarang masih kategori dalam kategori normal sehingga bagi masyarakat tidak perlu cemas ataupun ada tindakan yang berlebihan,” ujar Cucu saat ditemui di kantornya Rabu 9/8/2023.
Dia menambahkan saat ini Gorontalo memang mengalami kenaikan suhu, namun masih berada pada ambang batas suhu normal.
“Sekarang temperatur di Gorontalo secara umum berkisar antara 30 hingga 35 derajat Celcius di mana arah rata-rata secukup maksimum itu antara 33,5 derajat Celcius dan itu bukan merupakan suhu ekstrem ataupun cuaca extream,” tambahnya.
Lanjut Cucu, saat ini provinsi Gorontalo belum masuk dalam situasi cuaca ekstrem. “Untuk suhu ekstrem sendiri itu 3 derajat di atas normalnya baru itu dia katakan eh suku ekstrim, begitu juga dengan parameter yang lain ada kategori-kategori yang perlu kita penuhi,” kata Cucu
Artinya apabila suhu di Gorontalo telah melebihi dari 38 derajat maka cuaca tersebut dapat dikategorikan sebagai cuaca ekstrem.
Ia pun menambahkan kondisi suhu saat ini merupakan salah satu fenomena El Nino yang di prediksikan akan mengalami musim kemarau yang puncaknya pada september mendatang.
“Sekarang Gorontalo khususnya memasuki musim kemarau. Musim kemarau ini akan berpuncak pada bulan September meskipun secara umum tidak tidak sama,” pungkas Kepala Stasiun Meteorologi Jalaludin Gorontalo
Puncak Musim Kemarau Gorontalo Diprediksi Terjadi September 2023
Provinsi Gorontalo saat ini mengalami pra-musim kemarau, di mana suhu rata-rata di angka 33,5 derajat celcius.
Walaupun suhu di Provinsi Gorontalo masih berada dalam taraf normal, BMKG tidak menutup kemungkinan musim kemarau semakin dekat.
“Musim kemarau ini akan berpuncak pada rata-rata di bulan September, meskipun secara umum tidak akan sama ada yang awal, pertengahan, dan akhir September 2023 puncaknya kemarau,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaludin Gorontalo, Cucu Kusmayancu kepada TribunGorontalo.com, Rabu (8/8/2023).
Kemarau kali inipun dikaitkan dengan fenomena alam, yaitu badai El Nino.
"Adanya sirkulasi seruakan dingin dari daratan Cina bahkan sekarang ada yang lagi hangat-hangatnya yaitu El Nino,” kata Cucu.
El Nino merupakan fenomena suhu muka laut yang terjadi di Samudera Pasifik.
Fenomena El Nino ini disebut mampu memicu dampak terhadap cuaca di wilayah terdampak, termasuk wilayah Indonesia.
“Di mana El Nino ini yang dapat mengakibatkan kurangnya curah hujan yang masuk ke wilayah Indonesia secara umum,” jelas Cucu.
Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai fenomena El Nino, di mana curah hujan Oktober November, Desember hingga Januari akan mengalami sedikit berkurang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepala-Stasiun-Meteorologi-Kelas-I-Djalaludin-Gorontalo-Cucu-Kusmayancu-fff.jpg)