Suhu Siang Hari Lagi Panas-panasnya, Sejumlah Wanita Gorontalo Mengaku Takut Keluar Rumah
Namun, panasnya terik matahari pada siang hari telah menghadirkan tantangan tersendiri bagi sejumlah wanita di Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/982023_suhu-panas-Gorontalo_.jpg)
"Ketika cuaca begitu panas, rasanya malas untuk keluar rumah, tetapi jika ada hal yang sangat penting, saya akan memaksakan diri untuk keluar," tuturnya.
Anastasya Ramadiana, wanita Gorontalo lainnya, juga berbicara tentang keputusannya untuk tetap aktif di luar rumah meskipun cuaca terik.
Dia mengatakan bahwa meskipun cuaca panas, ia tetap harus beraktivitas di luar rumah.
"Dalam cuaca seperti ini, saya tetap harus keluar rumah untuk beraktivitas. Saya akan memakai perlengkapan yang sesuai untuk melindungi kulit dan kesehatan saya," katanya.
Penggunaan sunscreen menjadi langkah penting bagi para wanita Gorontalo yang beraktivitas di bawah sinar matahari.
Sunscreen membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet dan menjaga kulit tetap sehat.
Dalam upayanya menjaga kulit dari paparan sinar matahari, Siti Destiani Aprilia Dama selalu membawa sunscreen dan kipas angin mini dalam tasnya.
Penggunaan sunscreen perlu diulang setiap 4 jam untuk memastikan perlindungan yang efektif.
Perempuan-perempuan Gorontalo ini berbagi pengalaman dan strategi mereka dalam menghadapi suhu panas yang sedang melanda.
Meskipun mereka merasa terganggu oleh cuaca yang terik, mereka tetap berusaha menjalani aktivitas sehari-hari dengan cara yang bijaksana dan penuh perhatian terhadap kesehatan kulit mereka. (*)