Gorontalo Ekspor Bungkil ke China, Nilainya Capai Rp 9.9 Miliar

Bungkil seperti dikutip dari laman resmi UNG, merupakan limbah dari hasil ekstraksi minyak kelapa. Biasanya bungkil digunakan untuk pakan ternak. 

Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Awal Agustus 2023 ini Gorontalo kembali mengekspor komoditasnya ke luar negeri. Kali ini adalah 3.300 kg bungkil. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gorontalo kembali melakukan kegiatan ekspor ke Tiongkok atau China. Kali ini Gorontalo mengekspor 3.300 ton bungkik kelapa. 

Informasi yang dibagikan Badan Karantina Pertanian Gorontalo, Rabu (9/8/2023) nilai bungkil kelapa tersebut sebesar Rp 9.9 miliar. 

Bungkil seperti dikutip dari laman resmi UNG, merupakan limbah dari hasil ekstraksi minyak kelapa. Biasanya bungkil digunakan untuk pakan ternak. 

"Mutu standar bungkil kelapa meliputi kandungan nutrisi dan batas tolerasi aflatoxin," tulis dalam laman resmi tersebut dikutip siang ini. 

Tanaman kelapa diketahui menjadi salah satu komoditas unggulan Provinsi Gorontalo

Kelapa asal Gorontalo telah berhasil diekspor tidak hanya dalam bentuk bungkil, tetapi dalam bentuk kelapa parut, dan minyak kelapa mentah.

Sesuai prosedurnya, ribuan ton bungkil ini diperiksa terlebih dahulu oleh Badan Karantina Pertanian Gorontalo.

“Kami ambil sampel dan bawa menuju laboratorium Karantina Pertanian Gorontalo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Suprapty, Petugas Pengambil Contoh, Selasa (8/8/2023).

Pihaknya memastikan bahwa media pembawa tersebut bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.

Sementara itu,  Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan, Tri Wulan, menyampaikan bahwa pemeriksaan komoditas ekspor sudah sering dilaksanakan.

"Kami terus mendukung para pelaku usaha pertanian dan selalu mendorong potensi wilayah yang ada di Provinsi Gorontalo agar bisa tembus hingga pasar mancanegara," ujar Tri Wulan. 

Upaya tersebut kata dia merupakan dukungan Karantina Pertanian Gorontalo dalam peningkatan pendapatan daerah melalui ekspor, khususnya komoditas pertanian.

“Tentu saja diiringi dengan meningkatkan kualitas produk-produk komoditas pertaniannya, sehingga semakin banyak para pelaku usaha di luar negeri yang tertarik dengan produk pertanian dari Provinsi Gorontalo," tambahnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved