Pemkab Bone Bolango
Kabupaten Bone Bolango Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Madya
Kabupaten Bone Bolango meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Madya tahun 2023 pada Minggu (23/7/2023) kemarin malam.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-OPD-Pemkab-Bone-Bolango-menghadiri-malam-penganugerahan-Kabupaten-Layak-Anak.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango - Kabupaten Bone Bolango meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Madya tahun 2023 pada Minggu (23/7/2023) kemarin malam.
Prestasi tersebut diraih berkat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kabupaten Bone Bolango.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2A), Oktavianita Helingo, mengatakan Kabupaten Bone Bolango menerima predikat madya tanpa melalui tingkat pratama.
“Predikat ini tidak gampang, karena betul-betul bisa dilihat bahwa predikat Madya yang melewati proses predikat pertama itu menjadi apresiasi tersendiri untuk Kabupaten Bone Bolango,” ujar Oktavianita kepada TribunGorontalo.com, Senin (24/7/2023).
Penghargaan KLA merupakan penghargaan atas implementasi kebijakan dalam mewujudkan lingkungan aman, ramah anak, dan mendukung perkembangan dan hak-hak anak.
Baca juga: Polantas Gorontalo Kota Bentuk 59 Knalpot Racing Hasil Razia jadi Tugu Setinggi 4 Meter
“Karena hal ini dinilai bahwa Kabupaten Bone Bolango telah memberikan bentuk-bentuk perlindungan terhadap anak dan pemenuhan hak-hak anak Insya Allah kedepannya akan lebih baik lagi,” jelasnya.
Menurut Oktavianita, indikator-indikator penilaian dalam KLA telah terpenuhi, sehingga Kabupaten Bone Bolango meraih predikat tersebut.
“Banyak yang kita lakukan ya. Kalau dari segi pendidikan, sudah banyak sekolah ramah anak di Bonbol," ungkapnya.
Ia membahkan, Kabupaten Bone Bolango juga telah menerapkan Puskesmas Ramah Anak.
"Kemudian ada pelayanan-pelayanan faskes yang semua program kesehatan itu mengarah kepada pemenuhan hak-hak anak,” tutur Kabid.
Dinsos-P3AP2KB juga telah mendirikan pusat layanan terpadu P3A yang akan beralih status ke UPTD PPA .
Ada pula Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak korban tindak kekerasan, serta layanan Pusat Pembelajaran Keluarga.
“Kami juga ada program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang menjadi percontohan seluruh Indonesia ," ucapnya.
Ia pun berharap penghargaan KLA bukan hanya sebatas prestasi, melainkan bukti bahwa kesejahteraan anak-anak jadi prioritas utama dalam pembangunan daerah Bone Bolango.
“Semoga penghargaan ini akan menjadi inspirasi bagi kabupaten-kabupaten lain, untuk melakukan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia secara keseluruhan,” tutupnya. (*)