Kamis, 5 Maret 2026

Human Interest Story

9 Tahun Jualan Bendera Merah Putih, Paujan Momo Raup Keuntungan Rp 1 Juta Sehari

Mendekati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, penjual bendera mulai menjamur di Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 9 Tahun Jualan Bendera Merah Putih, Paujan Momo Raup Keuntungan Rp 1 Juta Sehari
TribunGorontalo.com/Prailla
Paujan Momo, penjual bendera merah putih 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mendekati HUT Kemerdekaan RI, penjual bendera mulai menjamur di Gorontalo.

Paujan Momo (62), pria asal Jawa Barat tampak menjual bendera di Jl Raja Eyato, Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Paujan mengaku sudah berjualan bendera selama sembilan tahun.

"Kadang orang kantoran sih yang beli banyak, kalau masyarakat juga ada, tapi hanya yang kecil-kecil," ujarnya.1

Bendera yang dia jual pun bervariasi harganya. Mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 400 ribu.

"Beda-beda harganya ini, Neng. Yang paling kecil Rp 5 ribu, yang ukuran paling besar itu Rp 400 ribu," kata Paujan.

Dari penjualannya tersebut ia mampu meraup keuntungan Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per hari.

Sebelum berjualan bendera tersebut, Paujan pernah menjadi penjual jemuran keliling.

"Saya pernah jadi penjual jemuran keliling, jadinya saya tahu semua jalan di Kota Gorontalo," ujar pria paruh baya tersebut.

Paujan Momo ini tinggal di Kelurahan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Setiap hari ia menyewa bentor.

"Kadang Rp 15 ribu uang bentor, tapi biasa saya kasih Rp 20 ribu karena kan jauh juga," ungkapnya.

Keluarga milik Paujan Momo ini semuanya di Jawa Barat. Istri dan keempat anaknya.

"Saya cuma sendiri di sini, istri, anak-anak sama cucu di Jawa semua," lanjutnya.

Paujan mengakui istrinya hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), tiga anaknya sudah punya keluarga sendiri. Anaknya menempuh pendidikan di Pondok Pesantren. Istrinya pun hanya sendirian di rumah.

"Istri saya cuma IRT, anak-anak udah pada nikah yang satunya belajar di pondok. Jadinya daripada kesepian, dia kadang ngurus cucu," jelasnya.

Paujan sesekali menyempatkan dirinya pulang ke kampung halamannya tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved