Human Interest Story
Cerita Sultan, Penjual di Gorontalo, Satu Anak Kembarnya Alami Sakit
Sultan membuka lapaknya ditempat tersebut baru tiga minggu lamanya. Sebelumnya ia berjualan dengan cara mengelilingi pasar di Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sultan-penjual-di-pinggiran-jalan-HB-JassinGorontalo-ffff.jpg)
Atas dasar itulah Sultan kemudian konsultasi lagi bersama dokter mengenai anak pertamanya.
"Kata dokter ada cairan begitu di otaknya, makanya dia lambat," ungkap pria asal Makassar tersebut.
Hingga sekarang kata Sultan, anaknya memiliki sensor motorik yang lemah, jadinya tiap saat anaknya mau minum menggunakan dot dan perlu bantuan orang lain.
"Dia kan tidak kuat, jadi kalau mau minum pake dot kalau pake gelas dia tidak bisa batahan itu gelas," ungkapnya.
Anak pertamanya hingga sekarang hanya bisa duduk tanpa bisa berjalan, minum pun tidak mau minum air, tiap harinya ia hanya minum susu.
"Kalau air dia tidak mau, dot itu dia mau lempar karena mungkin air tidak ada rasanya, jadinya tiap hari dikasih minum susu. Kalau sehabis makan juga kadang dia tidak minum," jelas Sultan.
Sultan pun mengungkapkan ia bersama istrinya sudah paham jika anaknya lapar dan haus.
"Torang sudah tau Kalau dia lapar dia somo pergi ke dapur sambil ba liat-liat, kalau dia haus itu dotnya diambil dan dilempar ke arah kita," tutupnya (*)