Human Interest Story
Cerita Sultan, Penjual di Gorontalo, Satu Anak Kembarnya Alami Sakit
Sultan membuka lapaknya ditempat tersebut baru tiga minggu lamanya. Sebelumnya ia berjualan dengan cara mengelilingi pasar di Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sultan-penjual-di-pinggiran-jalan-HB-JassinGorontalo-ffff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Saat itu, cuaca Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo sangatlah terik.
Di Kota Gorontalo kita bisa dengan mudah mendapatkan lapak penjualan sepatu dan kaus kaki. Contohnya lapak milik Sultan ini.
Ia membuka lapak tempatnya berjualan di Jalan HB Jassin, tepatnya di depan Holchick Factory.
Di lapaknya dia berjualan kaus kaki, tas, topi, sarung tangan, ikat pinggang dan juga jas hujan.
Sultan membuka lapaknya ditempat tersebut baru tiga minggu lamanya. Sebelumnya ia berjualan dengan cara mengelilingi pasar di Gorontalo.
Adapun harga kaus kaki yang ia jual adalah Rp 15 ribu dapat dua pasang namun ada juga yang dijual dengan harga Rp 15 ribu perpasangnya.
Lalu ada topi sekolah Rp 15 ribu, ikat pinggang Rp 35 ribu dan Rp 50 ribu, Sarung tangan Rp 35 ribu, Tas cowok Rp 35 ribu dan tas cewek (totebag) Rp 35 ribu.
Laba dari penjualannya perhari tidak menentu, namun ia mengungkapkan laba yang paling tinggi ia raup hingga Rp 700 ribu.
"Tidak menentu ini kan, namanya juga orang jualan. yah seadanya pembeli saja," ujar ayah dua anak ini kepada TribunGorontalo.com.
Sultan ini memiliki dua anak kembar, yang satunya sedang menempuh pendidikan di kelas 6 SD, dan yang satunya anak berkebutuhan khusus.
"Kakaknya itu tidak bisa berjalan dan juga tidak bisa bersuara," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat masih bayi umur seminggu, anaknya itu sempat demam hingga kejang-kejang. Saat dibawa ke Rumah Sakit langsung masuk inkubator.
"Semua tidak ada yang tau kalau dia ini kejang-kejang, cuma ada itu oma yang bilang ini anak panas," ungkapnya.
Sultan menyadari anak pertamanya pertumbuhannya lambat disaat anak keduanya sudah bisa berjalan.
"Saya pikir masih baik-baik dia cuma lama-lama saya perhatikan ini adiknya sudah bisa jalan tapi kakaknya belum," katanya.