Cerita Mas Domin 3 Tahun Merantau ke Gorontalo, Jual Pentol hingga Batagor Bandung
Dari kejauhan sesosok pria bertopi hitam mengenakan kaos oblong putih melempar senyumannya. Ia adalah Mas Domin, penjual bakso tahu goreng (batagor).
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mas-Domin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suasana sore hari di kawasan perlimaan atau Videotron Kabupaten Gorontalo cukup ramai.
Para penjual jajanan tampak berjejer menanti pembeli.
Dari area Taman Telaga, pria bertopi hitam mengenakan kaos oblong putih melempar senyumannya.
Ia adalah Mas Domin, penjual bakso tahu goreng (batagor).
Warga Bandung itu merantau ke Gorontalo.
"Sudah tiga tahun saya disini, mbak," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (15/7/2023).
Ia mengaku selama di Gorontalo berjualan pentolan sari laut Bandung.
Setiap hari ia menawarkan jualannya kepada anak-anak sekolah.
Domin mengaku baru tiga hari berjualan batagor di tempat itu.
"Ini batagor baru buka tiga harian, tapi alhamdulillah sudah ada pembeli," imbuhnya.
Lapak batagor bukan miliknya sendiri. Ia diupah sebagai penjual.
"Jadinya ini jualan punya orang lain, saya cuma punya tenaga," ujarnya.
Baca juga: Sri Darsianti Tuna Cetus Rumah Ramah Perempuan, Sedia Konseling Gratis bagi Masyarakat Gorontalo
Kata Domin, jualan batagor ini merupakan ide temannya yang lalu mengajaknya untuk berbisnis bersama.
"Jadi semua modal dari dia, yang buat batagornya saya," ujarnya.
Batagor-nya terbilang cukup terjangkau. Hanya merogoh kocek Rp 10 ribu, sudah bisa membawa pulang satu porsi batagor Bandung ini.
Lapak Dormin dibuka mulai dari jam 11.00 WITA hingga 23.30 WITA.
Lapak tempat dia berjualan disebut sudah mengantongi izin dari satpol PP.
Batagor yang dijual adalah batagor asli resep dari Bandung.
Karena menurutnya, kebanyakan batagor Bandung yang dijual di Gorontalo bukan warga bandung yang buat, melainkan dari daerah lain. (*)