Kekerasan Polisi Saat Interogasi

2 Pejabat Polres Gorontalo Utara Dilaporkan Atas Dugaan Kekerasan saat Interogasi Tersangka

Dua pejabat kepolisian di Polres Gorontalo Utara dilaporkan atas dugaan penganiayaan

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com
Ilustrasi - Kekerasan polisi saat interogasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dua pejabat kepolisian di Polres Gorontalo Utara dilaporkan atas dugaan penganiayaan.

Kasatreskrim dan KBO Polres Gorut dituding telah melakukan kekerasan saat interogasi tersangka judi sabung ayam, Sahrudin Mootalu.

Akibatnya, Sahrudin harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka memar di tubuhnya.

Istri Sahrudin, Hadija Panto kepada TribunGorontalo.com membeberkan bagaimana suaminya diperlakukan oleh oknum polisi tersebut. 

Menurut Hadija, Sahrudin mengaku disuruh push-up sewaktu dirinya diinterogasi polisi.

"Dia (oknum polisi) tutup muka (Sahrudin), ditonjok dengan pelungku (kepalan tangan) di dada banyak kali, baru itu dicambuk lagi," ungkap dia.

Pria yang kerap disapa Papa Anjas itu pun jatuh tersungkur. 

Tak berhenti sampai di situ, Sahrudin disuruh push-up kembali.

"Dorang (oknum polisi) bilang 'so itu mengaku'," jelas istri Sahrudin.

Akibatnya, kaki dan paha Sahrudin memar, dan bagian dadanya terasa sakit apabila disentuh.

"Jangankan disentuh, mau minum air saja tidak boleh banyak," ujarnya.

Demi memastikan organ dalam tubuh suaminya tak cedera, Hadija meminta dokter melakukan rontgen. Juga menjalani Ultrasonografi (USG).

Dipaksa Mengaku

Sebetulnya, Sahrudin kata Hadija dipaksa oleh oknum polisi itu untuk mengakui sesuatu. 

Ia ditanyai apakah saat itu menyaksikan seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo berada di lokasi sabung ayam. 

Tidak jelas apa motif oknum polisi itu menanyai perkara itu ke Sahrudin.

Memang, Sahrudin adalah satu dari lima warga yang diringkus polisi dari lokasi judi sabung ayam. 

Tetapi ia mengaku mengalami kekerasan hanya untuk pertanyaan terkait oknum anggota DPRD tersebut. 

"Ampun komdan, memang sama sekali saya tidak lihat," ucap istri Sahrudin menirukan perkataan suaminya saat itu ke oknum polisi.

Baca juga: Polres Gorontalo Utara Benarkan Ada Penganiayaan Tersangka Judi Sabung Ayam saat Interogasi

Sebelumnya diketahui, Ance Robot seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo ditetapkan tersangka atas kasus judi sabung ayam di Gorontalo Utara. 

Aleg ini diamankan bersama Sahrudin saat itu. Perihal penangkapan anggota DPRD inilah, polisi lalu mengejar pengakuan Sahrudin.

Tak terima perlakuan oknum polisi, istri Sahrudin ditemani Efendi Dali, penasehat hukum korban itu melapor ke SPKT Polda Gorontalo, Jumat (7/7/2023) siang.

"Terlapornya itu yang pertama Kasatreskrim, dan juga KBO, sedangkan saksi-saksinya itu ada Kanit Resmob," jelas Efendi.

Tanggapan Polres Gorontalo Utara

Saat dihubungi TribunGorontalo.com Sabtu siang (8/7/2023) Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Andik Gunawan mengakui adanya keluhan medis yang dialami Sahrudin.

Namun, Andik tak menyebutkan penyebab keluhan medis tersebut. Ia hanya mengakui, bahwa keluhan itu dialami saat Sahrudin dimintai keterangan oleh penyelidik. 

Terkait dugaan kekerasan saat prosesi interogasi itupun tidak dijawab secara gamblang oleh Andik. 

Kepala otoritas tertinggi Polres Gorontalo Utara itu hanya meminta agar redaksi Tribun Gorontalo menghubungi Kepala Seksi (Kasi) Humas.

"Kemarin memang ada tersangka yang mengeluh sakit, sehingga diantar oleh penyidik ke RS," tulis Andik melalui pesan Whatsapp kepada TribunGorontalo.com, Jumat (7/7/2023) malam hari.

Dirinya pun mempersilahkan kepada yang bersangkutan untuk membuat pengaduan, jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai prosedur.

Pada kesempatan lain, Kepala Seksi (kasi) Humas Polres Gorontalo Utara (Gorut) Ipda Ishaq Tomayahu membenarkan ada kekerasan oknum polisi saat melakukan interogasi kepada satu tersangka judi sabung ayam.

Baca juga: Korban yang Dianiaya Oknum Polisi Gorontalo Sempat Ditodong Pistol hingga Dicambuk

Ishaq mengatakan, sempat mendengar adanya penganiayaan terhadap tersangka bernama Sahrudin Mootalu tersebut.

Namun, ia belum mengetahui pasti siapa oknum polisi yang berbuat kekerasan itu.

"Kalau soal itu saya juga tidak lihat. Cuma yang jelas ada penganiayaan. Yang aniaya siapa, kami belum tahu. Info itu saya belum dapat," ungkap Ishaq saat dihubungi TribunGorontalo.com, Sabtu (8/7/2023).

Hingga saat ini Polres Gorontalo Utara pun masih mendalami kasus tersebut. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved