Kekerasan Polisi Saat Interogasi

Kasi Humas Polres Gorontalo Utara Akui Sempat Dengar Dugaan Penganiayaan Tersangka Judi Sabung Ayam

Kepala Seksi (kasi) Humas Polres Gorontalo Utara (Gorut) Ipda Ishaq Tomayahu membenarkan ada kekerasan oknum polisi saat melakukan interogasi

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
Penasehat hukum Sahrudin Mootalu, Efendi Dali saat diwawancarai media di Polda Gorontalo, Jumat (7/7/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Seksi (kasi) Humas Polres Gorontalo Utara (Gorut) Ipda Ishaq Tomayahu membenarkan ada kekerasan oknum polisi saat melakukan interogasi kepada satu tersangka judi sabung ayam.

Ishaq mengatakan, sempat mendengar adanya penganiayaan terhadap tersangka bernama Sahrudin Mootalu tersebut.

Namun, ia belum mengetahui pasti oknum polisi yang berbuat kekerasan itu.

"Kalau soal itu saya juga tidak lihat. Cuma yang aniaya siapa, kami belum tahu. Info itu saya belum dapat," ungkap Ishaq saat dihubungi TribunGorontalo.com, Sabtu (8/7/2023).

Ishaq juga mendapatkan informasi dari penyidik bahwa korban telah dibawa ke rumah sakit.

Namun, ia belum memastikan apakah pihaknya telah mengecek langsung kondisi korban.

"Kalau itu, saya mau konfirmasi dulu ke bagian penyidik," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, oknum polisi Gorut dilaporkan oleh keluarga Sahrudin Mootalu atas dugaan penganiayaan.

Istri Sahrudin, Hadija Panto menceritakan kepada TribunGorontalo.com, bagaimana suaminya diperlakukan oleh oknum polisi tersebut. 

Sebetulnya kata Hadija, dirinya tak tahu jika suaminya itu mengalami penganiayaan saat diinterogasi polisi. 

Ia hanya tahu suaminya kini dirujuk ke rumah sakit (RS) gara-gara mengalami keluhan medis. 

Lalu kepada Hadija, Sahrudin mengaku disuruh melakukan push-up sewaktu dirinya diinterogasi polisi.

Istri Anjas, korban yang diduga dianiaya oknum polisi Gorontalo.
Hadija Panto, Istri Sahrudin Mootalu, korban yang diduga dianiaya oknum polisi Gorontalo melapor ke Polda Gorontalo. (TribunGorontalo/Ade Puhi)

"Dia (oknum polisi) tutup muka (Sahrudin), ditonjok dengan pelungku (kepalan tangan) di dada banyak kali, baru itu dicambuk lagi," ungkap dia.

Pria yang kerap disapa Papa Anjas itu pun jatuh tersungkur. 

Tak berhenti sampai di situ, Sahrudin disuruh push-up kembali.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved