Mulai 10 Juli 2023, Siswa Gorontalo Hanya Masuk Sekolah 5 Hari dalam Seminggu
Perubahan jadwal masuk sekolah siswa Gorontalo itu disampaikan oleh Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, Sabtu (8/7/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/872023_Siswa-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jika biasanya 6 hari seminggu, mulai pekan depan siswa Gorontalo hanya akan sekolah 5 hari dalam seminggu.
Perubahan jadwal masuk sekolah siswa Gorontalo itu disampaikan oleh Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, Sabtu (8/7/2023).
Artinya, pada tahun ajaran baru yang akan dimulai 10 Juli 2023 nanti, siswa Gorontalo hanya sekolah hingga Jumat.
Para siswa Gorontalo akan mendapatkan jatah libur layaknya pegawai negeri sipil (ASN); Sabtu dan Minggu.
Melalui laporan tertulis, kata Ismail perubahan ini sudah sesuai Peraturan Presiden nomor 21 tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara.
Ismail Pakaya meminta semua sekolah patuh dan menerapkan kebijakan terbaru itu.
"Jadi yang sekarang enam hari, mulai tanggal 10 Juli nanti akan berubah jadi lima hari. Senin sampai Jumat saja," kata Ismail, Sabtu (8/7/2023).
Perubahan hari sekolah akan berdampak pada perubahan jam belajar.
Jika sebelum siswa belajar hingga pukul 14.00 Wita maka akan bertambah dua jam menjadi pukul 15.45 Wita.
Hal-hal teknis lainnya akan dibahas malam ini bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kepala sekolah.
"Para guru dan kepala sekolah saya minta untuk mempersiapkan diri terhadap jam belajar ini. Kita akan resmikan nanti hari Senin. Untuk persiapannya sebentar malam kita akan rapat dengan seluruh kepala sekolah SMA/SMK sederajat," ujarnya
Penambahan jam belajar juga akan berdampak pada jam salat bagi pelajar muslim.
Dua waktu salat yakni Dzuhur dan Ashar akan dilaksanakan di sekolah.
Guru agama diminta lebih intens memberikan pembinaan spiritual bagi siswa termasuk sarana dan prasarana tempat ibadah.(*)