Human Interest Story
Kakek 71 Tahun Ini Pontang-panting Jual Buah-buahan demi Nafkahi Istri dan 6 Anak
Pria paruh baya itu bernama Ibrahim Palao (71). Ia mengaku sudah lebih dari 10 tahun menjual buah-buahan dan sayur di Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ibrahim-Palao.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sepanjang Jl Raja Eyato siang itu masih sunyi. Seorang pria paruh baya menatap ke arah jalanan sembari merangkul dagangannya.
Pria paruh baya itu bernama Ibrahim Palao (71). Ia mengaku sudah lebih dari 10 tahun menjual buah-buahan dan sayur di Kota Gorontalo.
Ibrahim menjual pisang, semangka, singkong, ubi jalar, salak, pepaya hingga kacang-kacangan.
Harga yang dipatok disesuaikan jenisnya. Seperti pisang dipatok mulai dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu rupiah.
"Sesuai besarnya pisang," ucap Ibrahim Palao kepada TribunGorontalo.com, Selasa (4/7/2023).
Ibrahim bisa mendapatkan keuntungan kotor sebesar Rp 100 - 200 ribu per hari.
"Kadang Rp 100 lebih, kadang Rp 200 lebih, tapi pernah juga cuma dapat Rp 80 ribu," ujarnya.
Uang tersebut ia gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sisanya digunakan memasok buah-buahan dari pasar yang berjarak satu kilometer dari rumah Ibrahim.
Buah-buahan yang dijual tidak ditanam sendiri olehnya. Ia membelinya dan dijual kembali ke orang lain.
Ibrahim rela pontang-panting demi menafkahi istri dan keenam anaknya.
"Saya ini sudah 71 tahun tapi Alhamdulillah pikiran masih berjalan normal, mata masih terang cuma pendengaran yang sudah berkurang," lanjut Ibrahim.
"Karena saya kalau apa-apa pasti larinya ke Allah, mintanya ke Allah. Saya ini sebenarnya tidak punya teman, yang saya punya ini hanya Allah," tuturnya.
Baca juga: Yosep Yusuf Cerita Pengalaman sebagai Penjual Ikan Pertama di Danau Limboto Gorontalo
Ibrahim mengungkapkan, selama 10 tahun berjualan dia belum pernah mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah.
"Sudah 3 kali orang datang ba survei di rumah dengan di sini, tapi cuma abis ba survei saja. Depe bantuan tidak pernah ada," ucapnya.
Namun, ia sudah mengikhlaskan dengan bantuan tersebut.
"Serahkan saja sama yang 'di atas', semoga diganti dengan berkali-lipat. Yang penting sholat, minta sama Allah. Allah tahu mana jalan terbaik buat kita," tutupnya. (*)