Kakanwil Kemenkumham Gorontalo Heni Susila Terkesan dengan Karya Para Napi di Lapas Pohuwato
Saat mengunjungi lapas tersebut pada Jumat (23/6/2023) Heni Susila Wardoyo mengakui, bahwa para napi Lapas Pohuwato memiliki kreatifitas yang tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2362023_Kakanwil-Kemenkumham-Gorontalo-Heni-Susila-Wardoyo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kakanwil Kemenkumham Gorontalo Heni Susila Wardoyo terkesan dengan karya para narapidana (napi) Lapas Gorontalo.
Saat mengunjungi lapas tersebut pada Jumat (23/6/2023) Heni Susila Wardoyo mengakui, bahwa para napi Lapas Pohuwato memiliki kreativitas yang tinggi.
Sebetulnya, kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara dekat hasil karya yang telah dihasilkan oleh para warga binaan di lapas tersebut.
Dalam kunjungannya, Kakanwil disambut hangat oleh para Pejabat dan petugas pengamanan, secara bersama-sama mengunjungi berbagai fasilitas dan ruang kerja di dalam lapas yang digunakan untuk memberdayakan warga binaan.
Sejumlah karya yang bikin Heni terkesan yakni produk-produk kerajinan tangan, seperti karya seni lukis yang berbahan turunan kelapa, kotak tisue, miniatur kapal dari bahan kertas bekas, konveksi dan pelatihan pertukangan kayu.
"Hal ini menunjukkan bakat dan keterampilan yang luar biasa," kata Heni.
Ia menambahkan, "Produk-produk ini tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mencerminkan keuletan dan kerja keras warga binaan,"
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan seperti ini, warga binaan dapat memperoleh keahlian baru yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka setelah bebas nanti.
Selain itu, ia juga mengatakan komitmen Kemenkumham Gorontalo dalam memberikan dukungan penuh untuk pembinaan dan pembekalan keterampilan kepada warga binaan agar mereka dapat kembali berkontribusi secara positif dalam masyarakat setelah masa hukuman mereka berakhir.
"Ini akan menjadi dorongan positif bagi warga binaan, untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi di luar dinding penjara," tutup Heni. (*)