Angka Penderita Diabetes di Gorontalo Tinggi, Kenaikan harga Minuman Manis Bersoda Dianggap Urgen
Kardianto, Kepala Seksi Kepatuhan Internal (KI) dan Penyuluhan Bea Cukai Gorontalo, kepada TribunGorontalo.com mengatakan rencana harga minuman bersod
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-minuman-bersoda.jpg)
Reporter: Prailla Libriana
TRIBUNGORONTALO.COM -- Gorontalo, Ratusan Warga Gorontalo mengalami penyakit diabetes. Makanya rencana pemerintah bersama bea cukai menaikan harga minuman manis bersoda dianggap penting.
Kardianto, Kepala Seksi Kepatuhan Internal (KI) dan Penyuluhan Bea Cukai Gorontalo, kepada TribunGorontalo.com mengatakan rencana harga minuman bersoda akan naik.
"Ini baru rencana aja sih sebenarnya," ungkap Kardianto.
Minuman bersoda ini harganya akan naik karena minuman ini akan ditargetkan masuk bea cukai pada 2024 nanti.
Tidak hanya minuman bersodanya yang akan masuk bea cukai, namun kemasan plastiknya juga.
"Kemasan plastiknya itu tidak bisa didaur ulang," ujarnya.
Pengenaan biaya cukai pada minuman bersoda ini sebenarnya telah dilakukan oleh negara lain.
Setidaknya ada 71 negara yang memberlakukan kebijakan tersebut. Sebut saja Amerika Serikat, Thailand, Meksiko, Singapura, India dan juga Laos.
"Selain kita mengikuti negara-negara lain, barang itu juga pasti mempunyai efek negatif ke lingkungan atau ke kesehatan," ungkapnya.
Contohnya rokok, sebenarnya rokok ini harganya rendah Kata Kardianto. Cuma karena sudah ditempeli dengan pita cukai maka harganya akan bertambah dengan biaya pita cukai tersebut.
"Sebenarnya haga rokok itu pasti dibawah harga jual sekarang, karena ditempelin pita cukai jadi harganya ikut naik," jelasnya.
Rokok ini juga yang memang sudah dari dulu dikenakan biaya cukai karena pihak bea cukai ingin mengurangi dan juga membatasi jumlah masyarakat yang mengonsumsi barang tersebut.
"Tapi orang Indonesia biar semahal apapun rokok itu tetap dibeli," ujarnya.
Kata Kardianto, tujuan dari bea cukai bersama pemerintah untuk menaikkan harga minuman bersoda ini adalah untuk membatasi masyarakat minum minuman bersoda.
"Kita mau ada pembatasan," tegasnya.(*)