Sandiaga Berpeluang Jadi Cawapres Ganjar meski Rumit, tapi PDIP Cenderung Pilih Pasangan Lebih Tua
Peluang Sandiaga Uno menjadi pendamping Ganjar Pranowo sebagai cawapres masih terbuka, meskipun jalannya tidak mudah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/030523-ganjar-sandi2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Sandiaga Uno dinilai masih memiliki peluang untuk menjadi pendamping Ganjar Pranowo.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, di mana ia menilai peluang Sandiaga Uno menjadi pendamping Ganjar Pranowo sebagai cawapres masih terbuka, meskipun jalannya tidak mudah.
Namun, Arifki mencatat beberapa kecenderungan PDIP dalam menentukan cawapres pilihan mereka.
"Ini akan rumit. Mungkin secara finansial Sandi diuntungkan karena bisa membackup Ganjar, tapi apakah itu yang dibutuhkan PDIP," kata Arifki kepada Tribunnews, Selasa (20/6/2023).
Baca juga: Termasuk Cak Imin, Bakal Cawapres Prabowo Mengerucut Jadi Dua Nama? Waketum Gerindra Beri Penjelasan
Secara historis, Arifki mencatat kecenderungan pemilihan cawapres dari PDIP dan koalisi lebih merujuk ke tokoh yang lebih senior dari capresnya.
"Kita melihat polanya PDIP dalam menentukan cawapres, misalnya Megawati dari 2001-2004 dengan Hamzah Haz, kemudian Megawati dengan Hasyim Muzadi di 2004, kemudian Jokowi-Jusuf Kalla, lalu Jokowi-Ma'ruf," kata Arifki.
Menurutnya, dengan pola semacam itu, Arifki melihat PDIP cenderung memilih Cawapres berlatar belakang NU.
"Kemudian usianya tua, dan di luar Jawa. Ada hal-hal pertimbangan seperti itu yang dipilih oleh PDIP," kata dia
Belum lagi, Arifki menilai PDIP juga memiliki rencana politik jangka panjang 10 tahun ke depan, yakni membuka kemungkinan apakah kader lain maju sebagai capres maupun cawapres.
"Pada sisi lain akan dilihat bagaimana ritme politik yang digunakan figur-figur ini dalam menentukan siapa yang akan dipilih, misalnya narasi yang menguntungkan soal bahwa tentu 2029 akan ada peluang dari Puan atau figur-figur lain yang akan dilihat juga dalam penentuan bagaimana posisi dari kebijakan PDIP maupun partai koalisi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Rapimnas VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghasilkan sebuah keputusan penting terkait arah politik partai berlambang kakbah itu di Pilpres 2024. Satu di antaranya rekomendasi agar Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden (cawapres) RI.
Adapun Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono diminta memperjuangkan Sandiaga Uno sebagai cawapres untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan hasil rekomendasi itu pun diminta diteruskan Mardiono kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Rapimnas VI mengusulkan bapak Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi calon presiden Ganjar Pranowo dalam Pemilu 2024," kata Sekjen PPP Arwani Thomafi saat membacakan rekomendasi Rapimnas VI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (17/6/2023).
Sejatinya, kata Arwani, ada dua rekomendasi nama yang bisa diajukan sebagai cawapres untuk Ganjar. Kedua nama itu adalah Sandiaga Uno dan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.
Namun, Mardiono menolak dan memilih fokus untuk memenangkan PPP di Pemilu 2024. Dengan begitu, hasil rekomenasi hanya didorong kepada satu nama yang tidak lain Sandiaga Uno.
Baca juga: 238 Hari Menuju Pilpres 2024 - Survei: Penyuka Soekarno-Megawati Pilih Ganjar, Anies, Prabowo?
"Bapak Mardiono menyampaikan beliau akan fokus mengawal seluruh proses kerja partai memenangkan pemilu 2024. Beliau akan mengawal dari Sabang sampai Merauke memastikan seluruh aparatus partai para caleg bekerja maksimal oleh karena itu beliau fokus sebagai panglima tertinggi memenangkan pemilu PPP dalam pemilu 2024 nanti," jelas Arwani.
Karena itu, Arwani mengungkapkan Rapimnas VI mengamanatkan Mardiono untuk memperjuangkan Sandiaga Uno l menjadi calon wakil presiden mendampingi Ganjar kepada Megawati Soekarnoputri.
"Rapimnas VI mengamanatkan Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono memperjuangkan bapak Sandiaga Uno menjadi cawapres kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mendampingi Ganjar Pranowo sebagai capres 2024," tutup Arwani. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peluang Sandiaga Jadi Pendamping Ganjar, PDIP Dinilai Pilih Cawapres Lebih Senior dari Capresnya