Sandiaga Berpeluang Jadi Cawapres Ganjar meski Rumit, tapi PDIP Cenderung Pilih Pasangan Lebih Tua

Peluang Sandiaga Uno menjadi pendamping Ganjar Pranowo sebagai cawapres masih terbuka, meskipun jalannya tidak mudah.

Editor: Ananda Putri Octaviani
jatengprov.go.id
Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno. Peluang Sandiaga Uno menjadi pendamping Ganjar Pranowo sebagai cawapres dinilai masih terbuka, meskipun jalannya tidak mudah. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sandiaga Uno dinilai masih memiliki peluang untuk menjadi pendamping Ganjar Pranowo.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, di mana ia menilai peluang Sandiaga Uno menjadi pendamping Ganjar Pranowo sebagai cawapres masih terbuka, meskipun jalannya tidak mudah.

Namun, Arifki mencatat beberapa kecenderungan PDIP dalam menentukan cawapres pilihan mereka.

"Ini akan rumit. Mungkin secara finansial Sandi diuntungkan karena bisa membackup Ganjar, tapi apakah itu yang dibutuhkan PDIP," kata Arifki kepada Tribunnews, Selasa (20/6/2023).

Baca juga: Termasuk Cak Imin, Bakal Cawapres Prabowo Mengerucut Jadi Dua Nama? Waketum Gerindra Beri Penjelasan

Secara historis, Arifki mencatat kecenderungan pemilihan cawapres dari PDIP dan koalisi lebih merujuk ke tokoh yang lebih senior dari capresnya.

"Kita melihat polanya PDIP dalam menentukan cawapres, misalnya Megawati dari 2001-2004 dengan Hamzah Haz, kemudian Megawati dengan Hasyim Muzadi di 2004, kemudian Jokowi-Jusuf Kalla, lalu Jokowi-Ma'ruf," kata Arifki.

 

 

Menurutnya, dengan pola semacam itu, Arifki melihat PDIP cenderung memilih Cawapres berlatar belakang NU.

"Kemudian usianya tua, dan di luar Jawa. Ada hal-hal pertimbangan seperti itu yang dipilih oleh PDIP," kata dia

Belum lagi, Arifki menilai PDIP juga memiliki rencana politik jangka panjang 10 tahun ke depan, yakni membuka kemungkinan apakah kader lain maju sebagai capres maupun cawapres.

"Pada sisi lain akan dilihat bagaimana ritme politik yang digunakan figur-figur ini dalam menentukan siapa yang akan dipilih, misalnya narasi yang menguntungkan soal bahwa tentu 2029 akan ada peluang dari Puan atau figur-figur lain yang akan dilihat juga dalam penentuan bagaimana posisi dari kebijakan PDIP maupun partai koalisi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rapimnas VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghasilkan sebuah keputusan penting terkait arah politik partai berlambang kakbah itu di Pilpres 2024. Satu di antaranya rekomendasi agar Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden (cawapres) RI.

Adapun Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono diminta memperjuangkan Sandiaga Uno sebagai cawapres untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan hasil rekomendasi itu pun diminta diteruskan Mardiono kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved