Kamis, 5 Maret 2026

Pemprov Gorontalo

Ismail Pakaya Minta BPPG Kembali berkantor di Salemba Daripada Ngontrak Rp 200 Juta Per Tahun

Sementara Provinsi Gorontalo juga memiliki aset bangunan di Jakarta. Daripada mengontrak, Pj Gubernur Ismail Pakaya minta BPPG gunakan aset tersebut. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ismail Pakaya Minta BPPG Kembali berkantor di Salemba Daripada Ngontrak Rp 200 Juta Per Tahun
TribunGorontalo.com
Potret Asrama Gorontalo Jakarta di Jl. Salemba Tengah No.10, RT.10/RW.3, Paseban, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Asrama ini rencana akan dianggarakan untuk renovasi oleh Penjagub Hamka Hendra Noer. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Biaya untuk kontrak kantor Badan Perwakilan Provinsi Gorontalo (BPPG) di Jakarta mencapai Rp 200 juta per Tahun.

Sementara Provinsi Gorontalo juga memiliki aset bangunan di Jakarta. Daripada mengontrak, Pj Gubernur Ismail Pakaya minta BPPG gunakan aset tersebut. 

Aset tersebut yakni gedung kantor sekaligus asrama Jl. Salemba Tengah, Jakarta Pusat.

Baca juga: Penerima Beasiswa KIP UNU Gorontalo Mengaku ‘Dipalak’ Oknum Dosen, Rektor: Akan Ditindak

Ismail berharap,  aset penting Pemprov Gorontalo kembali ke fungsinya semula selain asrama bagi mahasiswa yang kuliah di sana.

“Bagi teman teman penghubung, siap siap pindah ke Salemba akhir tahun,” kata Penjagub Ismail usai menggelar Rapat Konsolidasi dengan pegawai di BPPG Jakarta di daerah Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (8/6/2023).

Ia menilai kondisi Asrama Gorontalo di Salemba Tengah dan di Lenteng Agung sudah sangat memprihatinkan.

Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya saat di Asrama Salemba.
Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya saat di Asrama Salemba.

Atap di beberapa sudut bocor, kamar mandi tidak berfungsi dan masalah keamanan asrama.

Ia ingin kedua asrama itu segera diperbaiki. Khusus asrama Salemba Tengah ia minta kembali difungsikan sebagai kantor Badan Penghubung ketimbang harus kontrak di Rawamangun.

“Biaya kontrak di sini itu (kantor BPPG di Rawamangun) Rp 200 juta per tahun. Saya kira itu cukup untuk biaya perbaikan di Salemba supaya lebih efisien,” imbuhnya.

Ia meminta dinas terkait untuk segera melakukan langkah cepat perbaikan dua aset pemprov itu. 

Ia menargetkan akhir tahun sudah selesai termasuk proses perpindahan kantor ke Salemba Tengah. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved