Sabtu, 7 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Pemkot Gorontalo Bantu Korban Kebakaran di Wongkaditi, Ryan Kono Turun Langsung

Bantuan berupa sandang dan pangan diserahkan langsung secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono di lokasi kebakaran. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pemkot Gorontalo Bantu Korban Kebakaran di Wongkaditi, Ryan Kono Turun Langsung
TribunGorontalo.com
Ryan Kono saat menyalurkan bantuan dari Pemkot Gorontalo, Kamis (8/6/2023) untuk korban kebakaran di Wongkaditi pada Rabu (7/6/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Korban kebakaran rumah di Wongkaditi mendapat kucuran bantuan dari Pemkot Gorontalo, Kamis (8/6/2023). 

Bantuan berupa sandang dan pangan diserahkan langsung secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono di lokasi kebakaran. 

Dalam kesempatan itu, Ryan Kono meminta agar para korban kebakaran tabah akan ujian yang menimpa. Ryan secara pribadi pun turut berduka. 

Ia pun berharap, setidaknya bantuan yang dikucurkan bisa mengurangi sedikit beban yang dipikul oleh para korban. 

Sejumlah bantuan yang dikucurkan jika dilihat berupa mie instan, lalu ada Kids Ware dari Kemensos, serta sejumlah beras. 

Sebagai wakil kepala daerah, Ryan Kono berpesan agar kejadian kebakaran ini bisa dimitigasi masyarakat. 

“Sejumlah mitigasi risiko kebakaran yang bisa dilakukan yakni memastikan bangunan terawat dengan baik, termasuk perawatan rutin terhadap instalasi listrik,” kata Ryan. 

Lalu bisa juga menyimpan bahan yang mudah terbakar seperti minyak, pelarut, atau bahan kimia berbahaya di tempat yang aman dan terpisah dari sumber panas atau percikan api.

Memastikan penggunaan dan penyimpanan bahan bakar seperti gas, bensin, atau kayu bakar sesuai dengan panduan keamanan yang ditetapkan.

Kebakaran terjadi pada Rabu sore tadi, (7/6/2023). Kejadian sekitar pukul 15.40 Wita atau setelah Ashar. 

Chalid Hubu, kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Wongkaditi, Kota Utara Gorontalo menaksir kerugian yang ia alami. 

Jika ditaksir, kerugiannya bisa mencapai Rp 900-an juta. Kerugian ia hitung berdasarkan benda-benda berharganya yang ikut terbakar. 

Apalagi, rumah itu juga digunakan untuk berdagang perhiasan. Ia menamai toko itu YR Jewelry, menjual sejumlah aksesoris. 

“Ini hanya tersisa baju di badan. Tak ada yang sempat diselamatkan dari kebakaran,” kata Chalid, pria 35 tahun kepada TribunGorontalo.com. 

Kata Chalid, ada total 4 kepala keluarga (KK) atau 12 jiwa yang menempati rumah tersebut. Mereka semua bergegas menyelamatkan diri kala api membesar. 

Ia tak mengetahui sumber api, namun dipastikan api merambat dari dapur atau belakang rumah. Tak diketahui apa pemicunya. 

Hanya saja, sempat terdengar 3 kali ledakan. Saat itu, keluarganya sementara tidur siang. 

“Anak-anak sementara bangun, allhamdulilah selamat keluarga,” katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved