Kaca Mobil BKSDA Pecah Saat Evakuasi Buaya Seberat 130 Kg dari Gorontalo Utara
BKSDA mengaku cukup kesulitan mengevakuasi buaya tersebut, bahkan sempat dibantu oleh 20 orang warga dan personel.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mobil kantor BKSDA Sulawesi Utara Wil II Gorontalo mengalami kerusakan atau pecah saat evakuasi buaya sepanjang 4.7 meter.
Buaya ditemukan warga di Dusun Hulapa Pantai, Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang pada Rabu (7/6/2023) kemarin.
BKSDA mengaku cukup kesulitan mengevakuasi buaya tersebut, bahkan sempat dibantu oleh 20 orang warga dan personel. Sebab, buaya betina itu memiliki berat 130 kilogram (kg).
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo Sjamsudin Hadju menjelaskan, evakuasi menggunakan mobil Nissan Navara.
Ini merupakan mobil kap terbuka dengan dua kabin. Buaya sepanjang 4.7 m itu memecahkan kaca belakang. Beruntung, tidak ada yang mengalami luka dalam insiden tersebut.
Kini, buaya itu sudah berada di kantor BKSDA Gorontalo di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Pantauan TribunGorontalo.com Kamis (8/6/2023) di lokasi, mulut dan mata buaya diikat. Begitupun kedua tangan dan kakinya. Ia bahkan tak dibiarkan bisa bergerak.
Menurut Sjamsuddin, dalam sebulan terakhir BKSDA mengevakuasi 3 buaya.
Kini sudah ada 6 buaya yang sudah dievakuasi BKSDA dalam beberapa bulan terakhir. Sjamsuddin pun mengeluhkan ruang penampungan buaya-buaya ini.
Bahkan kata dia, tersisa 3 saja yang kini dititipkan di kantor BKSDA Gorontalo, sisanya direlokasi ke tempat lain.
“Kita kesulitan tempat untuk menampung. Tiga ekor kita sudah direlokasi ke tempat yang lain di luar kantor sini,” kata Sjamsuddin saat ditemui di kantor BKSDA Sulut Wilayah II Gorontalo.
Ia merinci, buaya-buaya ini tangkapan dari Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, dan Gorontalo Utara.
Kata dia, buaya ini terjaring pukat nelayan. Jika dilihat, sebetulnya pukat itu justru berada di dalam habitat buaya.
Ia pun berpesan agar masyarakat tak memasuki habitat buaya, agar tak terjadi konflik. Akan lebih banyak buaya yang tertangkap nelayan.
Baca juga: VIDEO Warga Gorontalo Utara Nekat Seret Buaya Sepanjang 4.7 Meter ke Darat
“Harapan dari KSDA, satwa berupa buaya seperti ini merupakan bahaya, kalau memang habitatnya tolong jangan dilakukan penangkapan,” katanya.
Namun jika memang buaya ini keluar dari habitatnya dan justru memasuki wilayah tangkap manusia, baru bisa dilaporkan ke BKSDA.
“Klo dia di habitatnya jangan ditangkap atau melihat kondisi satwa ini sangat berbahaya,” tegas Sjam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/862023_BKSDA-Gorontalo.jpg)