Kebakaran Gorontalo
Kebakaran di Wongkaditi-Gorontalo, 12 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Termasuk 2 Balita
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja, satu unit mobil damkar harus kehabisan amunisi berupa air.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/762023_Kebakaran_Gorontalo_0032.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kebakaran rumah sekaligus toko perhiasan di Jl Prof dr Aloei Saboe, Kota Gorontalo direspon cepat pemadam kebakaran (damkar).
Ada sedikitnya 5 mobil damkar yang turun. Masing-masing dari berbagai wilayah.
Sebab, titik kebakaran berada di perbatasan antara Kota Gorontalo dan Bone Bolango.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja, satu unit mobil damkar harus kehabisan amunisi berupa air.
Api berhasil dipadamkan beberapa menit setelah mengamuk. Namun, kerugian tetap dialami oleh pemilik rumah sekaligus toko tersebut.
Sebab, seluruh atap rumah ludes terbakar. Tersisa hanya tembok yang masih berdiri tegak.
Damkar rupanya bergerak cepat, sehingga tiang-tiang rumah tak sampai dilahap api. Hanya kayu penyanggah atap saja yang berhasil terbakar.
Sementara dinding masih berdiri kokoh, bahkan hanya mengalami noda hitam akibat asap hitam.
Belum diketahui apa yang memicu api hingga membakar rumah tersebut. Namun menurut warga, api berasal dari belakang rumah dan merembet hingga ke depan.
Rumah ini hanya berjarak sepelemparan buah dari gedung baru Universitas Bina Mandiri.
Pantauan Tribun di lokasi, warga tampak berkumpul menyaksikan kebakaran tersebut.
Pemadam kebakaran bahkan sampai kesal karena warga memasuki area rumah yang terbakar.
Warga bahkan rela menaiki gedung untuk menyaksikan prosesi pemadaman api.
Laporan Tribun Gorontalo Live dari lapangan, rumah tersebut ditinggali oleh 4 Kepala Keluarga.
Ada 13 jiwa yang tinggal di rumah itu, rinciannya 11 orang dewasa dan 2 balita.
“Mereka semua selamat. Artinya tidak ada korban jiwa,” ungkap otoritas resmi di lapangan. (*)