BPS Provinsi Gorontalo
Tomat termasuk Penyumbang Terbesar Inflasi Kota Gorontalo per Mei 2023
Badan Pusat Statistik merilis data Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Gorontalo per Mei 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1242023_harga-tomat_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Pusat Statistik merilis data Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Gorontalo per Mei 2023.
Tomat saat ini termasuk salah satu penyumbang terbesar inflasi Kota Gorontalo, yakni 0,1711 persen.
Di bawah tomat ada komoditi bawang merah, berselisih tipis sebesar 0,1379 persen.
Menurut Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif andil komoditas tomat cukup fluktuatif.
"Kadang-kadang dia (tomat) deflasi, kadang-kadang inflasi," kata Mukhamad Mukhanif seusai presentasi Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Senin (5/6/2023).
Hal ini, lanjut Mukhanif, membuat pihaknya tak begitu khawatir perkara besarnya andil tomat terhadap inflasi saat ini.
"Kita tahu pembentuk harga itu kan supply/demand, ya. Jadi bisa dikatakan supply-nya atau distribusinya mungkin, atau sedang permintaan besar (demand) dari kota lain misalnya," ungkap dia.
Sebelumnya, BPS Provinsi merilis data bahwa perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Gorontalo selama Mei 2022 sampai dengan Mei 2023 secara umum menunjukkan kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada Mei 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 3,15 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,52 pada Mei 2022 menjadi 112,97 pada Mei 2023.
Tingkat infiasi month to month (mtm) sebesar 0,08 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,29 persen.
Dari 339 jenis barang dan jasa yang dipantau harganya di Kota Gorontalo selama Mei 2022 sampai dengan Mei 2023, 158 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya kenaikan harga.
63 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga, serta 118 jenis barang dan jasa tidak mengalami perubahan harga.
Inflasi yoy Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan indeks pada 10 kelompok pengeluaran dan penurunan pada satu kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,23 persen.
Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,44 persen.
Selanjutnya kelompok perlengkapan; peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,59 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,28 persen.
Kelompok transportasi sebesar 8,34 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,31 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,4 persen.
Baca juga: Segini Harga Barito di Pasar Gorontalo di Pekan Pertama Juni 2023
Kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 2,21 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,77 persen.
Ada pula kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,32 persen.
Beberapa komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada Mei 2023 antara lain:
- Beras, mie kering instant, ikan ekor kuning, susu bubuk, susu bubuk untuk bayi, kangkung, pisang, bawang merah, bawang putih;
- Biskuit, kue kering, teh, rokok kretek, rokok kretek filter, rokok putih, baju kaos tanpa kerah/ t-shirt pria;
- Baju muslim pria seragam sekolah anak, sepatu anak, sewa rumah, paku, semen;
- Bahan bakar rumah tangga, penggorengan, upah asisten rumah tangga, sepeda motor, pelumas/oli mesin;
- Bensin, angkutan antar kota, bioskop, akademi/perguruan tinggi, kue kering berminyak, martabak;
- Pembalut wanita, hand body lotion, pasta gigi, sabun mandi, shampoo, emas perhiasan, dan biaya foto copy.
Sementara komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi yoy pada Mei 2023 antara lain:
- Ayam hidup, daging ayam ras, ikan cakalang/ ikan sisik, cumi-cumi, ikan layang/ ikan benggol;
- Ikan selar/ ikan tude, ikan tuna, udang basah, ikan nike, telur ayam kampung, susu bubuk untuk balita;
- Terong, tomat, anggur, pepaya, lada/merica, cabai rawit, minyak goreng, gula pasir, seragam sekolah wanita,
- Bahan renda/brukat/ kebaya, celana dalam anak, celana panjang jeans anak, batako, besi beton, seng, meja kursi tamu, handuk, air conditioner;
Baca juga: BPS Gorontalo: Petani Jujur saat Sensus Pertanian, Makin Akurat Kebijakan Pemerintah
- Kipas angin, kulkas/lemari es, sabun cair/cuci piring, sabun cream detergen, mobil;
- Angkutan udara, speaker, flash disk, telepon seluler, buku tulis bergaris, dan popok bayi sekali pakai.
Selama Mei 2022 sampai dengan Mei 2023, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan inflasi oy yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,9665 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,2529 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,2587 persen; kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,097 persen.
Kelompok kesehatan sebesar 0,0251 persen; kelompok transportasi sebesar 0,9466 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,045 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,0806 persen.
Juga kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,1418 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,3477 persen.
Sementara, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,0192 persen. (ADV)