Rabu, 4 Maret 2026

Sains dan Teknologi

Sebuah Penelitian Menemukan Wanita Muda Berisiko Kena Jantung, Ini Penjelasannya

Disebutkan dalam penelitian tersebut, serangan jantung ini sebagian besar dialami wanita berusia muda.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sebuah Penelitian Menemukan Wanita Muda Berisiko Kena Jantung, Ini Penjelasannya
TribunGorontalo.com/istimewa
Wanita muda disebut berisiko terkena serangan jantung. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah penelitian terbaru mengidentifikasi gen baru yang terkait dengan risiko serangan jantung.

Disebutkan dalam penelitian tersebut, serangan jantung ini sebagian besar dialami wanita berusia muda.

Penelitian dipimpin oleh National Institute for Health and Care Research (NIHR) Leicester Biomedical Research Center (BRC) dan Universite Paris Cite.

Kedua lembaga itu didukung oleh mitra di seluruh dunia di Kanada, AS, dan Australia. 

Hasilnya mengidentifikasi gen baru yang terkait dengan peningkatan risiko dari jenis serangan jantung yang terutama menyerang wanita muda hingga paruh baya. Hasilnya dipublikasikan di Nature Genetics hari ini, 29 Mei 2023.

SCAD atau Diseksi Arteri Koroner Spontan adalah kondisi yang ditandai dengan memar atau perdarahan di dinding arteri koroner, memotong darah ke bagian jantung. 

Hal ini menyebabkan serangan jantung. Tidak seperti jenis serangan jantung lainnya, SCAD paling sering terjadi pada wanita di bawah usia 60 tahun.

Ini merupakan penyebab utama serangan jantung sekitar masa kehamilan. 

Selain itu, orang yang pernah mengalami SCAD cenderung sehat. SCAD terkadang dapat terjadi lebih dari satu kali.

Sampai saat ini, sedikit yang diketahui tentang mengapa SCAD terjadi, sering kali muncul secara tiba-tiba, yang berarti bahwa saat ini tidak mungkin untuk dicegah.

Para peneliti menyajikan meta-analisis asosiasi genom yang melibatkan total 1.917 kasus SCAD dan 9.292 kontrol dari keturunan Eropa. Mereka menemukan 16 gen yang meningkatkan risiko SCAD. 

Gen yang teridentifikasi terlibat dalam proses yang menentukan bagaimana sel dan jaringan ikat bersatu, dan juga bagaimana pembekuan darah saat terjadi pendarahan di jaringan.

Ini berarti pasien dengan SCAD memiliki beberapa perlindungan genetik dari risiko PJK, dan merupakan bukti lebih lanjut bahwa penyakit ini sangat berbeda.

Satu-satunya faktor risiko bersama tampaknya adalah tekanan darah tinggi secara genetik.

“Penelitian ini menegaskan bahwa ada banyak gen yang terlibat dalam menentukan risiko seseorang mengalami SCAD,” kata Dr David Adlam, Associate Professor of Acute and Interventional Cardiology, University of Leicester.

Penulis utama penelitian ini menjelaskan, gen-gen ini memberi dirinya wawasan kunci pertama tentang penyebab penyakit ini dan memberikan jalur penyelidikan baru.

“Ini yang kami harap akan memandu pendekatan pengobatan baru di masa depan,” katanya. 

Ia berterima kasih kepada Beat SCAD, NIHR dan British Heart Foundation atas pendanaan penelitian itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved