Pemilu 2024
Tips Menjadi Pemilih yang Cerdas dan Cermat di Pemilu 2024
Bagi masyarakat, Pemilu 2024 tidak hanya sebatas momentum untuk menentukan siapa yang akan membawa aspirasi sekaligus memimpin bangsa.
Penulis: Ronald Ch Rampi, Alumni Akademi Pemilu dan Demokrasi
TRIBUNGORONTALO.COM - Bagi masyarakat, Pemilu 2024 tidak hanya sebatas momentum untuk menentukan siapa yang akan membawa aspirasi sekaligus memimpin bangsa maupun daerah untuk lima tahun kedepan.
Lebih dari pada itu, pemilu menjadi sarana untuk membawa bangsa dan negara ini semakin maju dan sejahtera.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka ‘voters’ dituntut agar bisa cerdas dan cermat dalam menentukan pilihannya.
Cerdas dan cermat dalam menentukan pilihan menjadi hal yang sangat penting bahkan wajib dimiliki oleh setiap warga negara.
Perlu diketahui bahwa masyarakat merupakan ujung tombak terwujudnya sebuah demokrasi di bangsa ini.
Sehingganya diharap mampu untuk menumbuhkan kesadaran politik sebagai pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.
Saat ini, pemilu sudah masuk pada tahapan pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.
Artinya, setelah tahapan ini akan masuk pada tahapan kampanye bagi para calon.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat sebagai pemilih dalam menyongsong masa kampanye beberapa waktu mendatang.
Menelusuri Rekam Jejak
Menelusui rekam jejak para calon pemimpin pada Pemilu 2024 menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan.
Sebab hal itu menjadi salah satu pertimbangan utama bagi pemilih.
Munculnya informasi terkait rekam jejak kandidat merupakan hal positif dalam penyelenggaraan pemilu.
Pemilih harus mendapatkan akses informasi rekam jejak para calon seluas mungkin.
Agar kelak dalam memberikan hak suara di bilik tempat pemungutan suara (TPS), pemilih sudah meyakini dengan sungguh-sungguh siapa yang akan dipilih.
Rekam jejak yang ditelusuri antara lain, terkait kehidupan calon tersebut selama berada di tengah masyarakat.
Tidak pernah terlibat dalam persoalan hukum, mampu beradaptasi dan bermasyarakat dengan baik serta menunjukan kemampuan dan sikap dalam mengayomi serta memimpin orang banyak.
Dalam hal ini juga, masyarakat diminta dapat mencari informasi untuk menelusuri rekam jejak secara baik dan valid.
Sebab, di tengah situasi pemilu sekarangi in banyak berseliweran informasi yang tingkat kevalidan-nya kurang begitu baik alias kurang dapat dipercaya.
Karena kalau soal rekam jejak ini dimanipulasi dengan penyebaran hoaks maka tentu akan membawa kerugian bagi masyarakat dan calon itu sendiri.
Waspada Black Campaign
Black campaign atau kampanye hitam merupakan istilah yang digunakan di Indonesia untuk menyebut kegiatan-kegiatan yang dikenal sebagai kampanye hitam (hoaks) dalam rangka menjatuhkan lawan politik.
Yang termasuk dalam kegiatan negative campaign menurut Undang-undang Pemilu biasanya berkaitan dengan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, pelanggaran administrasi pemilu, sengketa pemilu, dan tindak pidana pemilu.
Beberapa kegiatan black campaign yang sering dilakukan oleh para bakal calon legislatif atau eksekutif ialah penyalahgunaan fasilitas negara atau fasilitas umum.
Hal ini biasanya dilakukan oleh bakal calon yang sebelumnya sedang menduduki jabatan eksekutif atau legislatif negara.
Penggunakan fasilitas itu digunakan untuk kampanye.
Selain itu, money politic juga masih sering dilakukan oleh para bakal calon untuk merebut perhatian dan simpati masyarakat.
Untuk pejabat yang ingin kembali memperoleh posisi jabatannya di periode selanjutnya, sering melakukan money politic dengan cara membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT), dana sosial, atau door prize ketika kampanye.
Untuk masyarakat, Black Campaign ini dapat menimbulkan perpecahan yang sangat hebat dimasyarakat.
Melalui penyebaran berbagai tulisan dan informasi yang tidak valid alias hoaks, maka berpotensi menyebabkan terjadinya berbagai perbedaan pendapat yang berujung pada perselisihan antar pendukung.
Bahkan demi melancarkan upaya penyebaran hoaks melalui black campaign ini, kelompok tertentu kerap ‘bermain’ menggunakan berbagai issue yang berpotensi menimbulkan perpecahan hebat.
Misalnya dengan mengarah kepada issue-issue yang bernuansa Suku, Agama, dan Ras.
Sebagai pemilih, sebaiknya masyarakat harus rajin menelusuri informasi rekam jejak calon pilihannya, mulai dari latar belakang, pendidikan, keluarga, aktivitas sosial dalam lingkungannya, dan kerja yang sudah dilakukan untuk orang banyak.
Tak terkecuali, sebuah visi misi yang dibuat, apakah sudah relevan atau belum.
Dan yang paling penting juga adalah mewaspadai dan menghindari black campaign untuk bisa bersama-sama menciptakan iklim Pemilu 2024 yang positif serta mewujudkan pemilih yang cerdas dan cermat dalam menggunakan hak pilihnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/270523-ronald.jpg)