Pemkot Gorontalo
Bensin dan Beras Jadi Penyumbang Inflasi Kota Gorontalo, Marten Taha Sudah Antisipasi
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gorontalo, bensin dan beras berada pada urutan teratas penyumbang utama Year on Year (Yoy).
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3112023_Harga-Beras_Beras-Gorontalo_Pedagang_Beras.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo - Bensin dan beras menjadi penyumbang inflasi terbesar Kota Gorontalo pada tahun 2023 ini.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gorontalo, bensin dan beras berada pada urutan teratas penyumbang utama Year on Year (Yoy).
Bensin berada pada angka 0,9342. Sementara beras 0,2432. Sementara menurut kelompok pengeluaran, ada 10 kelompok mengalami kenaikan, dan 1 kelompok mengalami penurunan.
Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,24 persen.
Secara menyeluruh, tingkat inflasi Kota Gorontalo YoY April 2023 3,45 persen, Ytd April 2023 0,21 persen.
Sebelumnya mengantisipasi hal semacam ini, Wali Kota Gorontalo Marten Taha pernah mengeluarkan surat edaran terkait strategi pengendalian inflasi di Kota Gorontalo.
Surat tersebut diterbitkan pada 6 September 2022 lalu yang berisi tentang beberapa poin upaya antara lain.
Gerakan penghematan energi; Gerakan tana pangan cepat panen; Kegiatan Jaring Pengaman Sosial.
Pengawasan Pendistribusian BBM Subsidi; dan Menyosialisasikan kepada masyarakat agar tetap tenang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Selain upaya tersebut, pemerintah Kota Gorontalo juga melakukan strategi 4K; yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. (*)