Pemkot Gorontalo
Pembinaan Manajemen Dana BOS Untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan di Kota Gorontalo
Kegiatan tersebut merupakan bentuk intervensi dinas pendidikan sebagai otoritas dalam peningkatan layanan pendidikan.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240223-uang-24.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo - Dinas Pendidikan Kota Gorontalo bekerja sama dengan Bank Indonesia melakukan pembinaan manajemen dana BOS.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk intervensi dinas pendidikan sebagai otoritas dalam peningkatan layanan pendidikan.
Husin Ali Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Gorontalo mengatakan jika tidak ada bendahara yang murni lulusan administrasi.
"Harus diakui di sekolah itu guru itu bukan pegawai administrasi. Dan sekolah itu tidak ada yang murni lulusan administrasi," kata Husin.
Dirinya juga mengakui jika masih ada banyak kekurangan dalam pengelolaan dana BOS di sekolah-sekolah.
Sehingga ada rekomendasi dari tim auditor BPK dan Inspektorat untuk melakukan pembinaan pada manajemen sekolah.
"Kebetulan kita disupport oleh bank indonesia. Bank Indonesia itu punya TOT CBP atau Trainer of Trainer Cinta Bangga Paham Rupiah," imbuhnya.
Kendala manajemen dana BOS ini tidak hanya karena minimnya kualifikasi bendahara yang bukan administrasi.
Namun juga banyaknya perubahan sistem dan regulasi serta seringnya pergantian bendahara.
"Belum regulasi belanja harus melalui SIPLAH, Sistem Informasi Pengadaan Sekolah. Kalau mereka tidak update, trus peran kita sebagai dinas bagaimana," tegas Husin.
Meski kuota pembinaan terbatas, nama seluruh kepala sekolah diwajibkan ikut, kemudian bendahara, dan operator.
Dinas Pendidikan Kota Gorontalo menargetkan pembinaan ini bisa terus dilakukan setiap tahun, dan bisa terus melakukan perbaikan.
"Kalau pengelolaan uang bagus, secara otomatis peningkatan layanan kualitas pendidikan," tutup Husin. Adv Pemkot Gorontalo(*)