Penganiayaan Bocah Gorontalo
Sadis! Bocah Gorontalo Dianiaya Tante hingga Tewas, Luka Ditetesi Jeruk hingga Lilin Panas
Bocah Gorontalo yang tewas dianiaya tante, mengalami penganiayaan sadis. Polisi menjelaskan, sejumlah metode yang digunakan untuk menyiksa bocah.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1752023_Kapolres-Gorontalo-AKBP-Dadang-Wijaya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polisi mengungkap cara tante menganiaya bocah Gorontalo hingga tewas.
Menurut polisi, bocah Gorontalo berusia 9 tahun tersebut dianiaya dengan cara-cara sadis.
Cara sadis yang dilakukan tante menganiaya adalah meneteskan perasan jeruk ke luka.
"Korban ada luka di bagian tubuhnya, kemudian ditetesi dengan cairan jeruk ini," ungkap Kapolres Gorontalo, Rabu (17/5/2023).
Jeruk yang dijadikan sebagai alat menganiaya bocah tersebut, disita polisi menjadi barang bukti (bb).
Polisi mendapatkan jeruk tersebut berdasarkan keterangan saksi dan penjelasan dari tersangka itu sendiri.
Adapun beberapa barang bukti yang ditemukan pihak kepolisian ialah selang, lilin, korek api, jeruk, dan sapu lidi.
Menurut Dadang, selang digunakan untuk menganiaya korban dengan cara dilipat menjadi dua dan dipukul sebanyak 30 kali.
"Selang ini dilipat dua, dan dipukuli di bagian tubuh korban," kata Dadang.
Begitu pula dengan lilin yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.
"Lilin yang digunakan pada saat dibakar, kemudian diteteskan di tubuh korban," lanjutnya dengan keterangan barang bukti.
Menurut keterangan saksi, korek api yang digunakan untuk menyalakan lilin sempat ditempelkan ke bagian tubuh korban.
"Pada saat dibakar ini korek api sempat ditempelkan di tubuh korban, jadi pada saat masih panas ditempelkan," terang Dadang.
Dalam kasus ini, Dadang menjelaskan bahwa yang melakukan penganiayaan bukan hanya tante korban.
Om korban juga turut terlibat dalam peristiwa yang mengenaskan ini.
"Masing-masing (keduanya) memiliki peran yang sama," tandasnya. (*)