Survei: Elektabilitas Prabowo Alami Lonjakan hingga 6 Persen tapi Masih Kalah dari Ganjar, Anies?
Meski mengalami penurunan, elektabiltas Ganjar Pranowo masih unggul dibanding Anies Baswedan, bahkan Prabowo Subianto yang mengalami kenaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/110523-karikatur-capres.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengalami peningkatan elektabilitas jelang Pemilu 2024.
Hal ini berbeda dari elektabilitas yang didapat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang justru mengalami penurunan.
Perolehan elektabilitas itu terlihat dari studi perubahan pola kecenderungan pilihan kandidat calon presiden (capres) yang diinginkan rakyat berdasarkan studi yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Baca juga: 277 Hari Menuju Pilpres 2024 - Prediksi Elektoral Capres: Prabowo-Ganjar-Anies, 46 - 25 - 17 Persen
Studi itu dilakukan dalam kurun empat bulan terakhir, yakni Desember 2022 hingga awal Apil 2023.
"Pertarungan pada lapisan atas dan bawah dalam empat bulan terakhir dimenangkan oleh Prabowo Subianto ," ujar Saiful Mujani dilansir dari rilis hasil enelitian SMRC yang dipublikasikan pada Kamis (11/5/2023).
Elektabilitas Prabowo Subianto mengalami lonjakan hingga 6 persen, yaitu dari 25 persen pada Desember 2022 menjadi 31,5 persen pada April 2023.
Sementara elektabilitas Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo terkoreksi hampir 3 persen.
• 277 Hari Menuju Pilpres 2024: Wacana 2 Paslon Menguat, Muluskan Langkah Prabowo dan Ganjar
Anies Baswedan misalnya, mengalami penurunan dari 27 persen menjadi 24,2 persen, sedangkan Ganjar Pranowo turun dari 36,1 persen menjadi 33,2 persen pada periode yang sama.
Meski mengalami penurunan, elektabiltas Ganjar Pranowo masih unggul dibandingkan Anies Baswedan, bahkan Prabowo Subianto sekalipun yang diketahui mengalami kenaikan.
Prabowo kuat di desa dan kota Merujuk studi yang sama, elektabilitas Prabowo Subianto mengalami kenaikan yang cukup signifikan di wilayah pedesaan dan perkotaan.
Di wilayah perkotaan, kenaikan dukungan untuk Menteri Pertahanan itu bahkan mencapai 8 persen, yaitu dari 21 persen menjadi 29 persen pada periode yang sama.
Sedangkan di desa, kenaikan itu mencapai 5 persen, yaitu dari 29 persen menjad 34 persen.
Bagaimana dengan Ganjar dan Anies? Dukungan bagi Politikus PDIP itu cenderung stabil, meskipun mengalami penurunan 1 persen di wilayah pedesaan yakni dari 33 persen menjadi 32 persen.
Sementara di wilayah perkotaan, bakal capres berambut putih itu justru mengalami penurunan signifikan dari 39 persen menjadi 34 persen.
Adapun elektabilitas bakal capres yang diusung Nasdem dkk mengalami penurunan tiga persen, baik untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Di wilayah perkotaan, elektabilitas Anies turun dari 29 persen menjadi 26 persen, sedangkan di pedesaan turun dari 25 persen ke 22 persen.
“Terlihat bahwa pertarungan di perkotaan adalah antara Prabowo Subianto dan Ganjar. Dan nampaknya yang memenangkan pertarungan (dalam empat bulan terakhir) di wilayah ini adalah Prabowo Subianto,” ungkap Saiful.
“(Sedangkan) Anies dengan Prabowo bertempur di pedesaan. Prabowo Subianto memenangkan pertempuran di kedua medan itu (untuk sementara) dalam kurun waktu ini (Desember 2022 ke April 2023),” imbuhnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasil Studi SMRC: Prabowo Bertarung dengan Anies di Pedesaan, dan Dengan Ganjar di Perkotaan."