Viral Guru Diintimidasi usai Lapor Dugaan Pungli Lingkup Pendidikan, Bupati Pangandaran Ambil Sikap
Viral guru di Pangandaran, Jawa Barat mengundurkan diri usai angkat bicara mengenai adanya dugaan pungutan liar (Pungli) dan gaji tidak dibayar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/guru-muda-yang-viral-setelah-curhat-mengundurkan-diri-sebagai-CPNS-Kabupaten-Pangandaran.jpg)
Husein menyebutkan pada Maret itu, saat ada orang yang mengambil uang kas Husein merasa sakit hati karena beda perlakuannya.
Surat Pemecatan Tak Kunjung Keluar
"Dari situ, saya cabut ke Bandung. Sampai Bandung, setahun saya nunggu surat pemecatan enggak keluar - keluar, saya memutuskan untuk mengundurkan diri saja."
"Berat sih, orang tua juga berat, ibu saya nangis - nangis, Aya saya juga bingung harus ngomong apa. Cuman, ya mudah mudahan ada rejeki lain," ucap Husein.
Dengan kejadian tersebut, Husein sangat memohon ke Pemerintah Pangandaran untuk tidak lagi menggunakan orang-orang tersebut.
"Sudahlah, orang-orang yang kayak gitu jangan dipakai terus. Masa mau kayak gitu terus, ini sudah tahun 2023. Masa harus nyembah-nyembah biar enggak ada lagi kejadian kayak gitu, biar enggak ada lagi orang-orang kayak gitu, malu," ucapnya.
Dipanggil Bupati Pangandaran
Di Instagram, Husein diundang oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melalui pesan yang disematkan.
"Terimakasih atas atensi dan masukannya, kami segenap jajaran Pemkab Pangandaran sedang mengkaji dan mendalami perihal pengaduan tersebut," tulisnya, dikutip Tribunjabar.id, Selasa (9/5/2023) siang.
Bupati Jeje akan segera mengumpulkan berbagai pihak dan pejabat terkait untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut.
"Kang @husein. ar, apabila berkenan saya undang untuk datang ke kantor SETDA Cintakarya pada Hari Kamis Tanggal 11 Mei 2023, jam 2 siang," ucapnya.
Saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Jeje mengaku akan mencari titik permasalahan tersebut.
"Sebenarnya di mana sih titik persoalannya, kalau pungli siapa yang punglinya," ujar Jeje dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (9/5/2023) sore.
Karena, lanjut Ia, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Pangandaran saat ini juga sedang membutuhkan seorang guru.
"Guru yang pensiun ini banyak, hampir 200-an setahun. Jadi, di kita ini walaupun anggaran sedang tidak bagus-bagus amat tapi karena kebutuhan guru ya kita rekrutmen guru," ucapnya.
Sementara, guru yang sudah ada dan sudah mengikuti tes tentu sudah mengeluarkan biaya dan sebagainya.
"Kalau mundur, ya sayang. Apalagi dia pinter, saya butuh orang pinter seperti beliau (Husein)," kata Jeje.
Jeje berharap, keputusan yang diambil Husein dapat dipertimbangkan kembali dan bila perlu berbicara dari hati ke hati.
"Saya ajak ngomong juga nanti, dari hati ke hati dengan saya. Kalau dia ada aduan berbagai persoalan, kita juga akan tindaklanjuti," ujarnya. (Tribunnews.com/TribunJabar.id)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Guru di Pangandaran Mengundurkan Diri Usai Bongkar Dugaan Pungli di Lingkungan Pendidikan