Setelah Bima, Tiktoker Ini juga Viral Gegara Kritik Pemerintah, Pejabat Aceh Gantian Disoriti
Setelah Bima Lampung, kini sosok TikToker yang mengkritik pemerintah Aceh gantian viral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/video-viral-TikToker-berjilbab-kritik-pemerintah-Aceh-wedfcxdsz.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Setelah Bima Lampung, kini sosok TikToker yang mengkritik pemerintah Aceh gantian viral.
TikToker berjilbab ini membongkar soal adanya aksi korup pejabat Aceh yang selama ini tak tercium publik.
Parahnya, menurut TikToker tersebut, aksi korup dilakukan pemerintah dari tingkat desa hingga provinsi.
TikToker bernama Rahma itu juga menyindir saat pemerintah meminta bukti kepada masyarakat.
Baca juga: Irwan Mamesa tak Ikut Pileg demi Pilkada 2024 Bone Bolango, Misi Jadi Bupati Gantikan Hamim Pou
Ia menyebut tentu masyarakat tak dapat merekamnya saat pemerintah memakan uang rakyat.
Dengan tegas Rahma justru meminta bukti pemerintah dapat mengelola dana dengan baik dan benar.
Tak sampai di sana, Rahma juga menyindir bukti pemerintah Aceh membangun infrastruktur.
Ia justru mempertanyakan infrastruktur gaib yang dicanangkan pemerintah Aceh tersebut tak bisa dilihat dan dirasakan.
Kemudian Rahma menyentil jangan-jangan pemerintah fokus mensejahterakan masyarakat.
Namun, ia melanjutkan dugaan masyarakat yang disejahterakan tak lain masyarakat di dalam rumah pemerintah masing-masing.
“Atau fokus mensejahterakan rakyat, rakyat yang mana? Rakyat yang di rumah kalian?,” tuturnya.
Lantas, Rahma menyinggung jika pemerintah tak korupsi hal tersebut tak akan membuat Aceh mendapatkan julukan provinsi termiskin di Indonesia, paparnya.
Ia juga menyebut bahwa saat ini Aceh menempati rangking ke 13 provinsi terkorup di Indonesia.
Baca juga: Update Perang Ukraina Hari Ke-440: Rusia Luncurkan Serangan Maut Jelang Peringatan Kemenangan Soviet
Selain itu, dalam video TikToknya yang berdurasi 03.00 menit, Rahma mengungkapkan menyinggung dana otsus pemerintah Aceh.
"Kalau kalian mengelola dana otsus dengan baik dan benar, nggak mungkin Aceh mendapatkan julukan Provinsi termiskin di Sumatera, nggak mungkin Aceh mendapatkan julukan mendapatkan ranking ke 13 Provinsi terkorup di Indonesia," katanya.
Rahma membongkar dana otsus yang tak akan lagi didapatkan pemerintah Aceh di tahun-tahun mendatang.
Hal tersebut menurutnya akan memperburuk bagaimana pemerintah Aceh dapat menyiapkan alternatif cerdas untuk membuat wilayahnya tetap sejahtera.
"Apalagi saya mendapatkan info bahwa tahun 2027 adalah tahun terakhir kita mendapatkan dana otsus sesuai dengan undang-undang 2006 nomor 11, 2028 kita nggak ada lagi dana otsus,"
"Bayangin pemerintah aja mendapatkan dana otsus aja tidak sanggup membuat Aceh tidak maju, apalagi kalo dana otsusnya sudah ditiadakan, apa kalian sudah menyiapkan alternatif cerdas dan waras lainnya untuk menghadapi undang-undang tersebut?,"
"Jangan sampai gara-gara ketidakbecusan kalian masyarakat Aceh yang harus menanggung derita, atau mau mengamandemenkan undang-undang? kalian fikir untuk mengamandemenkan undang-undang itu butuh waktu yang singkat? terlambat, kemaren-kemaren kalian kemana aja? tidur? ngantuk?," paparnya.
“Ditambah lagi sebagian masyarakat aceh koar-koar ingin merdeka dari Indonesia, logika aja pemerintah Aceh mengurus desa saja tidak becus, apalagi mengurus Aceh sebagai negara," sambungnya.
"Kita bisa melihat pengalaman-pengalaman di masa lalu bahwa masyarakat Aceh rela saling membacok berantem dengan sesama partai demi kekuasaan, mungkin pejabat Aceh itu bakal gagal jadi penzina tapi susah jadi koruptor, agama paham korupsi tetap jalan, bener?," katanya.
Lebih lanjut, Rahma meminta agar penegakan hukum di Aceh bisa diperkuat.
Ia menyarankan agar penegakan hukum bukan hanya hukum soal perzinaan saja, tetapi hukum lainnya juga.
Menurutnya, banyak anak muda yang berpotensi di Aceh tetapi sulit untuk berkembang.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh postingan video lainnya yang berdurasi 02:36 menit.
"Di Aceh banyak sekali orang-orang yang berprestasi, hanya saja repotasi dan harga diri mereka ditutup sama pejabat dan elit politik yang hobi korupsi, mereka yang korupsi Aceh dan masyarakat Aceh yang dianggap remeh oleh orang luar, karena Aceh masih ketinggalan dan bertahan di dalam kemiskinan," katanya.
"Di Aceh mengalami krisis peluang untuk berkreasi untuk menggapai mimpi dan krisis peluang pekerjaan, walaupun ada pekerjaan di Aceh gajinya di bawah rata-rata, kecuali gaji para penguasa dan gaji para pengusaha, sehingga generasi-generasi Aceh harus lari ke luar negeri untuk mencari rezeki," ujarnya.
Selain itu, menurutnya banyak masyarakat Aceh yang hidup berada di ambang kemiskinan.
"Elit politik Aceh sengaja membuat masyarakat Aceh bertahan di dalam kemiskinan, karena mereka tahu kalau masyarakat miskin bisa bahagia dengan bantuan 1 bungkus Indomie," katanya.
Ia juga membeberkan jalanan jalanan yang berada di wilayah Aceh, khususnya di kawasan terpencil itu aksesnya sulit dijangkau.
"Belum lagi jalan di Aceh yang hanya bagus di daerah kota dan tempat wisata saja, itupun untuk mempertahankan repotasi mereka sebagai pemerintahan, karena mereka tahu di tempat-tempat tersebut menjadi tempat lalu lalang orang luar, sehingga orang luar saat datang ke Aceh mereka menganggap jalan di Aceh sangat bagus-bagus dan mulus, karena mereka hanya melewati jalan di daerah kota atau jalan di wilayah wisata saja, sedangkan jalan jalan di daerah pelosok atau di daerah desa desa jalannya bisa kita jadikan sebagai tempat latihan bunuh diri," paparnya.
"Mereka sudah kesulitan keluar dari budaya korupsi, karena mereka sudah terlanjur terjerumus ke dalam lingkaran setan, sehingga mereka menganggap makan uang rakyat adalah hal yang biasa," sambungnya.
Rahma juga meminta agar hukum untuk koruptor di Aceh bisa lebih diperketat dan ditegakkan.
"Hukum Aceh jangan hanya diperketat untuk para penzinah, tapi tolong diperberat untuk para koruptor, kasian para pahlawan Aceh dulu yang sudah berjuang mati-matian untuk mensejahtrakan Aceh dan mengangkat reputasi Aceh di mata dunia,"
"Tapi kalian sekarang para elit politik sekarang malah menjatuhkan harga diri Aceh dengan kebiasaan korupsi kalian dengan kebiasaan dzolim kalian, seandainya buyut buyut pahlawan kita masih hidup di zaman sekarang, mungkin kalian semua sudah ditampar-tampar sampai kehilangan rahang, karena mereka para pemimpin yang tegas selalu menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, sangat bebeda jauh dengan pemimpin yang sekarang," jelasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Viral, Bima Jilid 2 TikToker Cantik Kritik Pemerintah Aceh, Sebut Banyak Koruptor Infrastruktur Gaib