Lebaran Ketupat Gorontalo
Prediksi BMKG, Hujan Akan Mengguyur Kampung Jawa Saat Lebaran Ketupat Gorontalo
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dibuat BMKG per Rabu (26/4/2023), hujan ringan akan mengguyur Kampung Jawa yang jadi pusat perayaan Lebaran Ketupat G
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2942023_kampung-jawa-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan turun hujan saat perayaan Lebaran Ketupat Gorontalo, Sabtu 29 April 2023 nanti.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dibuat BMKG per Rabu (26/4/2023), hujan ringan akan mengguyur Kampung Jawa yang jadi pusat perayaan Lebaran Ketupat Gorontalo.
Karena itu, pada Lebaran Ketupat Gorontalo nanti, masyarakat diminta mempersiapkan diri.
Baca juga: Warga Jaton di Desa Reksonegoro Bersiap Sambut Lebaran Ketupat Gorontalo, Mulai Memasak Jenang
“Terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan pada siang hingga sore hari,” tulis Sayid Mahadir Koordinator Data dan Informasi BMKG Gorontalo dalam laporannya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (26/4/2023).
Meski begitu kata Sayid, prediksi hujan dengan intensitas ringan terjadi dalam skala lokal.
“Durasi tidak berlangsung lama,” katanya.
Secara umum kata Sayid, prakiraan cuaca untuk lebaran ketupat tahun 2023 di wilayah Kampung Jawa dan Reksonegoro diprediksi cerah berawan.
"Suhu udara berkisar antara 25 - 34°C dengan arah angin dari Barat - Utara dan kecepatan angin 10 - 20 km/jam," tukas Sayid.
Sebelumnya diketahui, setiap tahun kawasan Kampung Jawa di Kabupaten Gorontalo, menjadi tujuan masyarakat dalam merayakan tradisi Lebaran Ketupat.
Baca juga: Penjual Bambu Nasi Jaha Cuan Banyak Jelang Lebaran Ketupat Gorontalo 2023
Perayaan ini biasanya digelar pada 8 Syawal atau satu minggu setelah lebaran Idul Fitri.
Lalu, tahukah kamu kapan pertama kalinya tradisi ini dirayakan di Gorontalo?
Dalam jurnal yang ditulis oleh Muh Arif dan Melki Y Lasantu menyebutkan, jika perayaan lebaran ketupat di Gorontalo dimulai sejak keturunan Jawa-Tondano (Jaton) bermigrasi ke Gorontalo pada 1900-an.
Jurnal berjudul Nilai Pendidikan Dalam Tradisi Lebaran Ketupat Masyarakat Suku Jawa Tondano di Gorontalo itu menyebut, para keturunan Jaton itu migrasi dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).
Mereka kini tersebar di Desa Kaliyoso Kecamatan Dungaliyo, lalu di Reksonegoro, Kecamatan Tibawa, Mulyonegoro di Kecamatan Pulubala, dan Yosonegoro di Kecamatan Limboto Barat. Empat desa ini berada di Kabupaten Gorontalo. (*)