Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-426: Putra Jubir Presiden Putin Ikut Bertempur Bersama Wagner
Update invasi hari ke-426, Selasa (25/4/2023): kejadian langka, anak dari jubir Presiden Rusia Vladimir Putin ikut perang di Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM – Putra dari seorang pejabat yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin ikut bertempur bersama kelompok tentara bayaran Wagner dalam perang di Ukraina.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Selasa (25/4/2023) atau hari ke-426 invasi, anak pejabat Rusia yang ikut berperang di Ukraina tersebut bernama Nikolai Peskov.
Nikolai Peskov adalah anak dari Dmitry Peskov, Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin.
Nikolai mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia telah bertugas di Ukraina dengan nama samaran sebagai artileri di pasukan tentara bayaran Wagner Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-425: Sebrangi Sungai Dnipro, Pasukan Ukraina Dihujani Tembakan
Nikolai yang berusia 33 tahun, mengatakan kepada surat kabar swasta Komsomolskaya Pravda bahwa dia pernah bertugas di Ukraina, contoh publik yang langka dari putra seorang pejabat senior Rusia yang bertempur dalam perang.
“Itu atas inisiatif saya,” Peskov, yang ayahnya menjabat sebagai juru bicara Putin sejak 2008, mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Sabtu (22/4/2023).
“Saya menganggapnya sebagai tugas saya.” lanjutnya.
Nikolai mengatakan dia telah menjalani kontraknya selama kurang dari setengah tahun dengan nama samaran untuk menyembunyikan identitas aslinya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-420: Dokumen AS Sebut Mesir Sepakat Pasok Senjata ke Ukraina
Dia menerima medali untuk keberanian, kata surat kabar itu.
Ditanya tentang pandangan ayahnya tentang pengabdiannya, Nikolai berkata: “Dia bangga pada saya, menurut saya. Ayah saya memberi tahu saya bahwa saya membuat keputusan yang tepat.”
Sementara itu Pendiri Wagner, Yevgeny Prigozhin, mengatakan bahwa Dmitry Peskov telah mendekatinya dan memintanya untuk mengangkat putranya sebagai seorang artileri.
“Dari semua kenalan saya, hanya satu orang, Dmitry Sergeyvich Peskov, yang pernah dianggap sebagai seorang liberal mutlak, mengirim putranya,” kata Prigozhin dalam video yang diposting di Telegram.
“Dia mendatangi saya dan berkata, ‘Bawa dia sebagai artileri sederhana.’” ungkapnya.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-419: Slovakia Ikutan Larang Impor Hasil Panen Ukraina, Ada Apa?
Invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai Putin pada 24 Februari 2022 itu telah memicu salah satu konflik Eropa paling mematikan sejak Perang Dunia II.
Sebanyak 354.000 tentara Rusia dan Ukraina telah tewas atau terluka dalam perang, yang mengarah ke konflik berkepanjangan yang mungkin berlangsung jauh melewati tahun 2023, menurut kumpulan dokumen intelijen AS yang diunggah.
Sebagai informasi, Nikolai lahir pada tahun 1990 dan tinggal di Inggris pada dekade setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, menurut surat kabar Kommersant.
Dia kemudian kembali ke Rusia dan bertugas di pasukan roket strategis dari 2010 hingga 2012.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-418: Bakhmut Jadi Titik Pertempuran Mematikan dan Terpanjang
Pada tahun 2022, seorang rekan politisi oposisi yang dipenjara Alexey Navalny yang berpura-pura menjadi pejabat militer Rusia menelepon Nikolai yang lebih muda dan meminta dia melapor ke kantor wajib militer.
Nikolai mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan ke mana-mana dan akan menyelesaikan situasi di tingkat yang berbeda, menurut rekaman panggilan yang diposting online.
Sedangkan ayahnya, Dmitry bertugas di Kementerian Luar Negeri di Moskow sebelum naik melalui Kremlin.
Dmitry diketahui turut dikenai sanksi oleh Amerika Serikat tak lama setelah perang Rusia vs Ukraina dimulai bersama istri dan dua anaknya yang sudah dewasa, Nikolai dan Elizaveta, menurut Departemen Keuangan AS.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-21-Februari-2023.jpg)