Jalan-jalan ke Pesisir Monano-Gorontalo Bersama Komunitas Ekspedisi Jingga

Selama dua hari dalam agenda bertajuk “Ramadhan Bersama Pesisir”, komunitas Ekspedisi Jingga mengedukasi anak-anak pesisir. 

|
Penulis: Redaksi |
TribunGorontalo.com
Agenda Ramadhan Bersama Pesisir oleh Komunitas Ekspedisi Jingga di Monano. 

Reporter: Praila Libriana

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komunitas Ekspedisi Jingga jalan-jalan ke pesisir Monano, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. 

Selama dua hari dalam agenda bertajuk “Ramadhan Bersama Pesisir”, komunitas Ekspedisi Jingga mengedukasi anak-anak dan warga pesisir. 

Satu dari tiga pendiri Ekspedisi Jingga, Elia Nusantari Damopolii menyebut, komunitas ini concern pada membangun harapan hari esok. 

Kalimat itu sekaligus mereka pilih sebagai slogan dan semangat terus mengedukasi anak-anak di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Kegiatan Ramadhan Bersama Pesisir kata Ellia sudah digelar sebanyak dua kali oleh mereka. Keduakalinya berlangsung pada 8-9 April 2023 kemarin. 

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kreatifitas anak-anak dan warga pesisir Monano.

“Serta dapat menemukan passion mereka baik dalam bidang seni maupun akademis,” ungkap Ellia kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (15/5/2023). 

15/4/2023_ekspedisi jingga_001
Para anggota komunitas Ekspedisi Jingga Gorontalo.

Kata dia, anak-anak pesisir diasah kemampuannya, baik dalam dunia pendidikan dan keuangan, maupun kebahasaan. 

Elia pun berharap, ada sebuah sistem yang terbentuk dari pengabdian ini.

Selama dua hari di pesisir Monano, para anggota komunitas mengajak anak-anak mengikuti lomba mewarnai hewan laut.

Kata ketua panitia Ramadhan Bersama Pesisir chapter Monano, Siti Nuraeni, sketsa untuk lomba mewarnai sudah disiapkan sebelumnya. 

Kegiatan itu lalu dilanjutkan dengan program "Isi Piringku". Merupakan program edukasi kepada anak-anak pesisir tentang gizi.

lalu ada lomba "Gim Kebangsaan" yang diselingi dengan games menarik dan membagikan hadiah bagi yang berhasil menjawab dengan benar.

Setelah itu, ada malam budaya. Setiap anggota komunitas menggunakan pakaian adat.

"Dengan tujuan memperkenalkan kepada anak-anak pesisir melalui pakaian serta penampilan-penampilan luar biasa dari para volunteer Ekspedisi Jingga dan Tim yang membuat suasana malam budaya semakin seru," jelas Siti.

Di akhir acara, para relawan Ekspedisi Jingga mengajak seluruh warga Monano terkhusus anak-anak pesisir untuk menyanyikan lagu "Padamu Negeri" dengan khidmat.

“Makna dari itu semua adalah walaupun berbeda ras, suku, agama, tapi kita tetap satu yaitu Indonesia,” kata Siti. 

Selanjutnya agenda yang juga digelar adalah eckocraft, seperti pembuatan gantungan kunci bersama anak-anak pesisir dan warga Monano.

"Hal ini bertujuan untuk mengedukasikan kepada anak-anak sekaligus masyarakat Monano tentang ekonomi kreatif. Kegiatan ecocraft juga ini merupakan bentuk simbolis memperingati hari nelayan nasional," tambahnya.

Selain beberapa program tersebut, ada juga program "Mo hulondalo".

"Program yang memperkenalkan bahasa daerah gorontalo ke anak-anak," tutur Siti.

Program "Mo Hulondalo" ini merupakan program dari Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Hal ini dikarenakan Ekspedisi Jingga melakukan kerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo.

Siti pun berharap, dengan adanya pengabdian ini, anak-anak masyarakat monano menjadi lebih semangat lagi untuk menggapai mimpi-mimpinya, lebih kreatif dan inovatif.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved