Penolakan PDIP Terhadap Israel Berdampak pada Elektabilitas Partai, Golkar dan Gerindra Diuntungkan
Sikap PDIP yang menolak keikutsertaan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 berdampak pada elektabilitas partai tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/220123-PDIP1.jpg)
Jika PDIP dan Ganjar tidak evaluasi maka suara akan tergerus pada pilpres 2024.
Sehingga ini menjadikan peluang partai politik dan tokoh nasional lainnya menang di Pilpres 2024.
“Kalau tidak ada evaluasi, maka suara PDIP dan Ganjar akan tergerus di Pilpres 2024," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) dan Ketua Alumni Sepak Bola Universitas Indonesia, Sarman El Hakim mengatakan dampak batalnya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 itu sangat besar terhadap Indonesia dimata dunia.
“Kalau saya lihat pembatalan Piala Dunia U20 oleh Ganjar Pranowo dan PDIP pastinya akan berdampak apalagi masyarakat Indonesia hampir semua menggemari sepak bola, “ kata Sarman.
Dia mengungkapkan batalnya Piala Dunia U 20 di Indonesia karena berbagai macam faktor.
Salah satunya karena syarat dengan kepentingan politik.
Untuk itu, dia menyarankan siapapun yang terpilih untuk membawa sepak bola Indonesia terbebas dari kepentingan baik politik dan lainnya.
"Harus mampu membawa sepak bola Indonesia lepas dari kepentingan apapun, demi majunya sepak bola kita,” tambahnya.
Untuk itu, dia menyarankan siapapun yang terpilih untuk membawa sepak bola Indonesia terbebas dari kepentingan baik politik dan lainnya.
"Harus mampu membawa sepak bola Indonesia lepas dari kepentingan apapun, demi majunya sepak bola kita,” tambahnya.
Untuk diketahui, Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) kembali melakukan survei terkait capres potensial di Pilpres 2024.
Tema survei kali ini yakni "Preferensi Publik Terhadap Elektabilitas* Tokoh Bakal Capres dan Parpol Terkait Pembatalan Piala Dunia U20".*
Survei ini melibatkan 2.081 responden yang merupakan Warga Negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih saat pemilu 2024.
Survei mulai tanggal 29 Maret sampai 10 April 2023 di 420 Kabupaten/ kota di 34 Provinsi.