Elektabilitas Ganjar Pranowo Anjlok, Batal Piala Dunia U-20 Sebabkan Penilaian Masyarakat Berubah?
Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kini anjlok setelah polemik penolakan tim Israel untuk mengikuti Piala Dunia U-20.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Tengah-Ganjar-Pranowo.jpg)
"Biasanya sebuah fenomena, kalau common sense dan juga spot cek saja, kita bisa melihat bahwa itu berpengaruh, sehingga kita bisa lihat bagaimana sekarang ini angka-angka menunjukkan pergerakan elektabilitas kemudian juga preferensi itu menjadi kacau balau," ujar Toto.
Survei LSI
Sebagaimana diketahui, jika Pemilu dilaksanakan sekarang pada April 2023, dari simulai 19 nama, Ganjar masih paling banyak dipilih.
Namun elektabilitasnya anjlok menjadi 19,8 persen.
Padahal pada simulasi periode Maret 2023 sebelumnya, elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 27,1 persen.
Sementara itu, simulasi Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra saat ini menguat, yakni 17,9 persen menjadi 19,3 persen.
Diposisi ketiga, Anies Baswedan elektabilitasnya 18,4 persen.
Mesti tidak begitu menunjukan perubahan, namun telah terjadi kenaikan dari sebelumnya 17,2 persen.
Nama-nama capres lain yang elektabilitasnya di bawah 10 persen di antaranya, Ridwan Kamil 5.8 persen, Sandiaga Uno 2,9 persen, Erick Thohir 2,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebanyak 2,0 persen.
Disusul Puan Maharani sebanyak 1,4 dan Airlangga Hartarto sebanyak 0,9 persen.
Namun jika melihat hasil simulasi 3 nama Calon Presiden, tampak terjadi pergeseran yang sangat besar.
Pada tiga besar Capres, Ganjar Pranowo mengalami penurunan, Prabowo cenderung menguat, sementara Anies relatif tidak banyak berubah.
Prabowo Subianto menguat, dari sebelumnya 26,7 persen menjadi 30,3 persen.