Balai Karantina Pertanian RI Turun Langsung ke Gorontalo Cek Stok 12 Bahan Pokok Jelang Lebaran
Dari pengecekan langsung bersama Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, Akhmad memastikan stok 12 bahan pokok tersebut aman hingga lebaran.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Akhmad-Subkhan-Kepala-Bagian-umum-Balai-Karantina-Pertanian-RI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengecekan stok 12 bahan pokok kebutuhan lebaran di Gorontalo, dicek langsung oleh Akhmad Subkhan, Kepala Bagian umum Balai Karantina Pertanian RI, Selasa (11/4/2023).
Dari pengecekan langsung bersama Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, Akhmad memastikan stok 12 bahan pokok tersebut aman hingga lebaran.
Secara rinci, 12 bahan pokok yang dicek langsung tersebut adalah beras, daging, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, kedelai, minyak goreng, dan gula pasir.
Kata Akhmad, pengecekan itu adalah perintah langsung Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kepadanya.
Katanya, Menteri Pertanian meminta agar supply 12 bahan pokok tersebut dalam situasi aman jelang Idul Fitri.
“Jadi semuanya ditugaskan ke wilayah untuk memastikan jangan sampai ada suplai ada kebutuhan bahan pokok tidak tercukupi," ungkap Akhmad.
Dari hasil monitoring tersebut, diketahui 12 bahan pokok itu di Gorontalo dalam kondisi melimpah. Artinya bisa cukup hingga lebaran Idul Fitri nanti.
“Alhamdulilah semua stok aman, jadi lebaran di Gorontalo dan wilayahnya diproyeksikan tidak ada kekurangan suplai bahan pokok atau ketersediaannya,” ungkap Akhmad.
Meski begitu, ia tidak memungkiri terjadi naik turun harga di pasaran. Terutama untuk beberapa komoditas.
“Tetapi masalah harga itu yang ada sedikit selisih di sini, karena menjelang lebaran, tingginya permintaan di sejumlah pasar,” tutupnya.
Ditempat yang sama Yusup Patiroy, pelaksanaan tugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menambahkan, 12 bahan pokok rata rata masih berasal dari petani lokal, terkecuali kedelai.
“Tentu ada dari luar, contohnya kedelai, karena hampir 90 persen kebutuhan nasional kita itu impor, jadi kita tidak pungkiri, itu ada, tapi kita pastikan barang nya ada dan harganya stabil,” tambah Yusup.(*)