Sabtu, 28 Maret 2026

Hasilkan Pupuk Swadaya, Petani Bone Bolango Diapresiasi Sekmil Presiden RI

Kelompok tani Alhidayah ini mampu menghasilkan pupuk organik secara swadaya (mandiri). Adanya pupuk organik dari kotoran hewan itu dijadikan sebagai

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Hasilkan Pupuk Swadaya, Petani Bone Bolango Diapresiasi Sekmil Presiden RI
TribunGorontalo.com/FajriKidjab
Petani cabai rawit saat berbincang dengan Tim Sekmil Presiden RI dan Kementerian Pertanian, di Desa Bulontala Timur, Rabu (5/4/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Petani cabe di Suwawa Selatan Bone Bolango mendapat apresiasi oleh Tim Verifikasi dari Sekretariat Militer (Sekmil) Presiden RI.

Kelompok Tani Alhidayah ini mampu menghasilkan pupuk organik secara swadaya (mandiri).

Adanya pupuk organik dari kotoran hewan itu dijadikan sebagai sumber hara dari tanaman cabai.

Elisa Cintia Dewi, Sekmil Presiden RI mengungkapkan para petani tak lagi menggunakan pestisida.

Terlebih hasil panen cabai di Desa Bulontala Timur Kecamatan Suwawa Selatan ini termasuk mensejahterakan masyarakat.

Namun, menurutnya masalah harga cabai di pasaran perlu dievaluasi kembali.

"Harganya memang harus ada perbedaan antara yang organik dengan tidak," jelas Elisa saat kunjungan lapangan bersama Bupati Bone Bolango, Rabu (5/4/2023) siang.

Sebelumnya Tim Sekmil Presiden dan Kementerian Pertanian (Kementan) RI meninjau perkebunan cabai di Bulontala Timur, Kecamatan Suwawa Selatan.

Wilayah pedesaan berjarak 11 kilometer dari Kota Gorontalo ini diketahui memiliki beberapa kelompok tani.

Menurut Kasim, Pembina Kelompok Tani Alhidayah, anggotanya berjumlah 20 orang.

Awalnya mereka hanya menanam cabai rawit sebagai komoditas utama pada tahun 2018.

Seiring waktu, saat ini sudah bertambah labu madu, terong, tomat, kacang tanah, jagung, hingga kangkung.

Dalam sebulan, tanaman cabai rawit bisa 4-5 kali panen. Tak tanggung, dalam seminggu bisa menghasilkan 60 kilogram cabai.

Hanya saja, hasil panen ini masih tidak menentu setiap bulannya.

"Tergantung. Adakalanya 10, 30, 60 kilogram. Tidak tetap," ungkap Kasim kepada TribunGorontalo.com.

Dalam satu musim tanam, kelompok tani Alhidayah berhasil memproduksi 1-3 ton cabai rawit. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved