Pemerintah Kabupaten Gorontalo Diminta Larang Warga Bangun Rumah Dekat Sungai
Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II menyarankan warga tidak membangun rumah pada jarak 50 meter dari badan sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2932023_rumah-warga-kabupaten-gorontalo_.jpg)
Sebagaimana diketahui, Kelurahan Hunggaluwa merupakan wilayah terdampak banjir terparah.
Sekira 470 jiwa harus dievakuasi dari rumah mereka.
Secara keseluruhan, terdapat 4 kecamatan di Kabupaten Gorontalo terdampak banjir.
Jebolnya tanggul sungai disinyalir penyebab utama genangan air di rumah warga mencapai 50 centimeter dari permukaan tanah.
Menurut penuturan warga sekitar bantaran sungai, tanggul tersebut sudah jebol sejak September 2022 lalu.
Curah hujan tinggi pun berhasil merusak tumpukan karung pasir dan kerikil yang digunakan untuk menutupi tanggul jebol.
Pihak BPBD, Damkar, Satpol-PP hingga pemerintah setempat sempat bahu membahu membersihkan rumah warga.
Pantauan TribunGorontalo.com, Rabu (29/03/2023) siang, beberapa rumah warga Kelurahan Hunggaluwa mulai bersih dari lumpur.
Hanya beberapa permukiman saja masih nampak perabot seperti kursi sofa di depan rumah mereka.
Tanggul di sungai Hunggaluwa telah ditutupi kembali menggunakan puluhan karung.
Rencananya pihak Balai Wilayah Sungai Gorontalo bakal memperbaiki tanggul sepanjang 30 meter pada awal April 2023. (*)