Viral Politisi PDIP Bagi-bagi Amplop di Masjid Berisi Uang Rp 300 Ribu, Bawaslu Langsung Ambil Sikap
Pembagian amplop diakui dilakukan oleh Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur Said Abdullah dengan dalih zakat mal di bulan Ramadhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Amplop-merah-bergambar-wajah-Plt-Ketua-Dewan-Pimpinan-Daerah-DPD-PDIP-Jawa-Timur-Said-Abdullah.jpg)
"Medsos kami pun sudah dibanjiri info ini, secara prinsip politik uang dan kampanye di tempat ibadah adalah hal yang dilarang dan masuk pidana pemilu," terang Lolly dikutip Tribunnews.com.
"Kami sedang melakukan penelusuran, ditunggu hasilnya," tandasnya.
Viral Video Pembagian Amplop Logo PDIP
Netizen dibuat geger oleh viralnya sebuah video menampilkan jemaah di dalam masjid menerima amplop merah bergambar logo PDIP berisi uang tunai sebesar Rp 300 ribu.
Kejadian ini diketahui terjadi pada saat ibadah Sholat Tarawih di masjid yang berada di Sumenep, Pulau Madura.
Dikutip TribunWow dari TribunJatim, Senin (27/3/2023), pihak PDIP tegas membantah telah melakukan money politics.
Bantahan ini disampaikan oleh Plt Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah yang mana foto wajahnya juga terpampang dalam amplop tersebut.
Said berdalih, aksi viral bagi-bagi amplop berisi uang tersebut merupakan bagian dari kegiatan bagi-bagi sembako sebanyak 175 ribu paket kepada kaum miskin di Madura.
Said menyebut, kegiatan tersebut telah berlangsung rutin sejak tahun 2006 sebagai niat zakat mal.
"Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin," kata Said tertulis, Senin (27/3/2023).
Said tak menampik dirinya memang menerima uang sebagai anggota DPR setiap masa reses.
Ia menjelaskan uang tersebut digunakan untuk membantu masyarakat, satu di antaranya adalah memberikan bantuan sembako.
"Di luar itu saya ini muslim, saya diwajibkan untuk zakat. Maka saya menunaikan zakat itu bersama kader kader PDI Perjuangan se Madura dan sekaligus mengajak para Kepala Desa yang pasti tahu sentra kemiskinan ekstrem warganya," jelas Said.
"Kenapa ada logo PDI Perjuangan, sebab sebagian kader bergotong royong dan itu juga diniatkan zakat mal. Kegiatan ini dibarengkan dengan pembagian sembako di atas. Dan kegiatan ini kami lakukan di luar masa kampanye yang diatur oleh KPU," ungkap Said.
"Ini bulan puasa, harusnya saling memberi berkah kepada sesama bukan menebar fitnah," tegasnya.